Jelang Ramadan, Permintaan Ikan Teri di Lamsel Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebutuhan akan bahan baku ikan teri jelang bulan suci Ramadan semakin meningkat untuk sejumlah usaha kuliner.

Nurpendi, pekerja dan penanggungjawab produksi ikan teri rebus di Muara Piluk, Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut permintaan bisa meningkat dua kali lipat.

Pada kondisi normal ikan teri yang diproduksi dalam kondisi basah bisa mencapai dua ton per hari. Jumlah tersebut bisa menjadi teri kering sebanyak satu setengah ton.

Pasokan ikan teri basah bahan baku produksi teri kering diperoleh dari sejumlah nelayan bagan apung, bagan congkel. Satu bagan congkel di dermaga Muara Piluk Bakauheni disebut Nurpendi kerap bisa mendapat tangkapan 50 hingga 60 cekeng dengan berat setengah ton.

Produsen teri rebus membutuhkan sekitar 100 cekeng per hari bisa diperoleh dari sebanyak dua hingga tiga bagan congkel per hari. Permintaan akan ikan teri diakuinya harus berbagi dengan pedagang pengecer ikan teri untuk dijual dalam kondisi basah.

Nurpendi menyebut, meski permintaan meningkat harga ikan teri rebus dan kering tetap stabil. Jenis ikan teri jengki, katak disebutnya dalam kondisi basah per cekeng atau keranjang berisi 15 kilogram dibeli seharga Rp180.000.

Satu cekeng yang sudah direbus bisa menghasilkan ikan teri kering sebanyak 10 kilogram. Harga teri kering jenis jengki yang bisa bertahan lama selama enam bulan dijual seharga Rp70.000 per kilogram. Sebaliknya jenis ikan teri nasi bisa dijual Rp100.000 per kilogram.

“Permintaan paling banyak untuk teri kering berasal dari pedagang pengecer di pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan pemilik usaha kuliner warung dan restoran,” terang Nurpendi saat ditemui Cendana News, Sabtu (4/5/2019).

Pada kondisi normal permintaan akan teri kering yang sudah dikemas diakui Nurpendi bisa satu ton per pekan. Jelang ramadan, permintaan tersebut bisa meningkat dua kali lipat. Pembuatan kuliner berbahan ikan teri menurut Nurpendi ikut memicu peningkatan permintaan ikan teri.

Sebab ikan teri kerap dijadikan campuran untuk lauk seperti peyek teri, orak arik teri bersama tempe dan kacang. Imbasnya permintaan teri menyesuaikan hasil tangkapan dari nelayan.

Permintaan ikan teri yang meningkat tersebut masih tergantung hasil tangkapan. Pasalnya ikan teri merupakan jenis ikan yang diperoleh menyesuaikan musim dan kondisi cuaca perairan. Saat jelang Ramadan, selain produsen teri rebus, pembeli ikan teri basah untuk kebutuhan kuliner juga meningkat.

Pembeli ikan teri basah biasanya akan menyimpan ikan teri dalam lemari pendingin untuk dijual kepada sejumlah warung.

“Beberapa nelayan ada yang memasok kebutuhan ikan teri basah untuk pembuatan kuliner berbahan ikan teri,” bebernya.

Permintaan akan teri yang meningkat diakui oleh Atik, salah satu pekerja di tempat produksi ikan asin. Ia menyebut dalam sehari ada sebanyak 300 hingga 500 senoko atau para para penjemuran ikan teri.

Permintaan yang meningkat membuat sejumlah pekerja wanita harus mempercepat proses penyortiran. Distributor ikan teri yang akan menjual dengan sistem eceran kerap memesan dalam jumlah beragam. Distributor kecil biasanya membeli sebanyak 100 hingga 500 kilogram.

Penyortiran teri yang sudah direbus dan dikeringkan diakui Atik kerap membutuhkan belasan pekerja wanita. Proses penyortiran dilakukan untuk memisahkan ikan asin, cumi cumi, ikan teri katak, ikan teri jengki, teri nasi serta ikan layur.

Berbagai jenis ikan disebutnya masih kerap tercampur saat proses perebusan hingga penjemuran. Ikan teri yang sudah disortir akan dikemas dengan wadah berbeda sesuai permintaan distibutor.

“Saat mendekati ramadan jenis ikan teri yang banyak diminati merupakan teri jengki dan teri nasi, karena teksturnya lembut,” beber Atik.

Setelah disortir sejumlah ikan yang disisihkan masuk kelas ikan asin diantaranya ikan selar dan cumi cumi. Selain itu sejumlah ikan yang tidak masuk kelas ikan teri akan disisihkan untuk bahan baku pakan udang.

Permintaan akan bahan baku pakan udang tersebut menjadi penghasilan tambahan bagi produsen ikan teri. Selain sebagai bahan baku pakan udang, peternak bebek juga kerap membeli ikan yang tidak disortir untuk tambahan pakan.

Permintaan ikan teri dalam kondisi basah dan kering dibenarkan Zubaidah, salah satu warga pesisir Rajabasa. Warga Desa Way Muli Induk tersebut mengungkapkan, ikan teri kerap ditangkap menggunakan sistem payang.

Zubaidah, salah satu warga pesisir Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa membersihkan teri untuk dibuat peyek dan pepes – Foto: Henk Widi

Sistem payang merupakan cara menangkap ikan dari tepi pantai untuk menggiring ikan terutama teri. Lauk pepes ikan teri, peyek teri serta sambal teri kerap menjadi pilihan untuk menu berbuka puasa.

Bagi sejumlah pedagang hidangan berbuka puasa atau takjil, ikan teri diakui Zubaidah kerap dibuat menjadi pepes. Pembuat pepes ikan teri akan menjual kuliner tersebut di sejumlah titik jalan pesisir.

Tradisi membuat hidangan menu berbuka puasa membuat permintaan akan teri basah cukup meningkat. Selain teri basah permintaan akan teri kering dari produsen juga meningkat.

Meningkatnya permintaan akan teri disebut Zubaidah menjadi tambahan penghasilan bagi suami yang bekerja sebagai nelayan.

Lihat juga...