LAMPUNG — Sejumlah pedagang busana muslim di pasar Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) mengeluhkan turunnya omzet pada Ramadhan 1440 H/2019.
Rahmat Arifin, salah satu pedagang kopiah atau peci serta sarung asal Serang, Banten menyebutkan, tahun sebelumnya, dua pekan sebelum hari raya Idul Fitri ia sudah menjual 800 peci, 500 sarung yang merupakan produk kerajinan usaha kecil menengah (UKM) asal Serang tersebut dijual ke sejumlah daerah.
“Ramadhan tahun ini penjualan kedua jenis barang tersebut belum bisa menyamai jumlah penjualan tahun sebelumnya,” sebutnya saat ditemui Cendana News, Selasa (28/5/2019).
Rahmat Arifin menyebutkan, penurunan volume penjualan kopiah, sarung berkaitan dengan daya beli masyarakat. Di wilayah Lamsel sebagian petani masih memasuki masa tanam dan sejumlah kebutuhan pokok melonjak.
“Imbasnya sebagian warga memilih mengurangi pembelian busana muslim,” tambahnya.

Siti Rohayah, pedagang busana muslim menyebutkan penurunan sangat terasa. Sebab beberapa jenis busana seperti kulot, kerudung, baju terusan, mukena yang dijual lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
“Padahal sudah diberi diskon namun sebagian ibu rumah tangga memilih membeli keperluan untuk anak yang masih bersekolah,” beber Siti Rohayah.
Vinawati, salah satu ibu rumah tangga asal Penengahan mengaku Ramadan dan lebaran tahun ini ia memilih berhemat. Meski tetap membeli busana muslim namun jumlah lebih sedikit dibanding tahun lalu. Anggota keluarga meliputi suami, anak laki laki diakuinya dibelikan sendal, baju koko, sarung dan peci.
“Sebagai ibu rumah tangga harus bijak mengatur keuangan keluarga apalagi suami hanya pekerja swasta,” ungkap Vinawati.
Menyikapi keadaan tersebut Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Lamsel menggelar pasar murah. Qorinilwan, Kepala Dinas mengatakan, kegiatan pasar murah untuk menjembatani pelaku usaha kecil dan masyarakat.
Meski demikian ia menyebut ditetapkan harga yang harus lebih rendah dibandingkan pasar umum. Demi membantu masyarakat sekaligus pelaku usaha selisih harga berkisar Rp6.000 hingga Rp10.000.
“Selain kebutuhan pokok sejumlah barang dijual di pasar murah yang terakhir digelar sepekan sebelum Idul Fitri,” tutupnya.