Inovasi Perpusda Kulon Progo Atasi Minimnya Anggaran
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo, tak henti menyusun berbagai inovasi program, untuk mensiasati minimnya anggaran dalam pengembangan dan pelayanan perpustakaan daerah. Sejumlah inovasi program antara lain layanan buku elektronik hingga program sedekah buku.
Kasi Pembinaan dan Pelayanan Perpustakaan Disperpusip Kulon Progo, Rahmanto, menyebut salah satu kendala yang dihadapi perpustakan daerah Kulonprogo saat ini adalah berkurangnya dana anggaran dari APBD, untuk pengadaan buku baru setiap tahunnya. Sehingga, pihaknya harus mencari cara lain untuk mendatangkan buku-buku bacaan baru bagi pemustaka.

“Selain bekerja sama dengan pihak penerbit untuk menggelar bazar buku dan menyalurkan buku, kita juga menyusun program yang namanya Sedekah Buku. Sedekah buku ini adalah upaya kita mendorong masyarakat umum, khususnya ASN, untuk membaca buku dan menyumbangkannya ke perpustakaan. Ini rutin kita gelar setahun sekali,” katanya, belum lama ini.
Sementara itu, mensiasati keterbatasan tenaga yang membuat perpustakan hanya buka setiap hari kerja saja, pihaknya berupaya memperluas pelayanan akses buku pada masyarakat dengan sejumlah hal. Mulai dari mengadakan perpustakan mobile dengan memanfaatkan 4 armada mobil perpustakan keliling, dan 3 motor pintar roda tiga.
“Empat armada mobil perpus keliling dan tiga motor pintar ini melakukan pelayanan di titik-titik keramaian di seluruh wilayah Kulon Progo, meliputi 95 titik layanan. Seperti di Alun-Alun saat kegiatan car free day, hingga di lapangan kecamatan,” katanya.
Upaya memperluas akses buku juga dilakukan dengan menerbitkan program buku elektronik atau e-book, melalui program I-Kulonprogo. Program berbasis aplikasi android ini dilakukan dengan memindahkan buku-buku tulis ke buku elektronik, sehingga bisa diakses oleh siapa pun dan di mana pun.
“I-Kulonprogo ini sudah kita luncurkan sejak setahun terakhir, sampai saat ini sudah ada sekitar 600 judul buku yang kita terbitkan secara elektronik. Mulai dari buku-buku pengetahuan umum, buku sekolah, buku pemberdayaan, dan sebagainya,” katanya.