Gubernur DKI Melepas Keberangkatan Obor Nasional 2019 Menuju Poso
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, menerima dan memberangkatkan kembali peserta kirab Obor Paskah Nasional 2019.
Obor ini diharapkan bisa menjadi simbol persatuan dan perdamaian di Indonesia, yang bertema “Peace in Harmony” di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).
Anies mengatakan obor ini diharapkan mampu menjadi pemersatu dan perdamaian seluruh warga Indonesia. Selain itu, bisa mempersatukan umat seluruh agama di Indonesia dengan semangat menciptakan suasana yang teduh terutama di Ibu Kota.
“Kami meyakini bahwa spirit yang dibawa kita semua di tempat ini adalah spirit memperjuangkan dan menjaga persatuan, kita sadari bahwa identitas adalah sesuatu yang kita bawa sejak lahir, itu keputusan yang datang dari Tuhan yang maha mengatur. Tapi persatuan datangnya dari ikhtiar dan usaha kita sebagai manusia,” kata Anies.
Mantan Mendikbud ini menyatakan Pemprov DKI selalu mendukung kegiatan-kegiatan dari berbagai kalangan yang meningkatkan kedamaian di Ibu Kota. Selain itu, dia berharap Obor Paskah Nasional yang merupakan simbol perdamaian ini dalam perjalanannya di peringatan hari puncak Paskah dapat berjalan dengan lancar.
“Kami di Pemprov DKI akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang bisa mempererat persatuan meningkatkan suasana kedamaian yang ada di Ibu kota dan tingkat nasional,” jelasnya.
Selanjutnya, acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia Nasional 2019 yang diketuai Menteri PPPA, Yohana Yambise.
“Penyerahan Obor Paskah ini, kita lakukan di Balai Kota untuk kemudian diteruskan ke Poso,” pintanya.
Menteri PPPA RI, Yohana Yambise, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Anies yang telah memfasilitasi dan menerima serta menyerahkan langsung Obor Paskah kepada perwakilan yang akan mengantarkan ke Poso.
Ia juga mengapresiasi dukungan terhadap terlaksananya Obor Paskah ini sebagai bentuk persatuan di Tanah Air.
“Dengan adanya support dari Gubernur, kami sangat mengapresiasi. Kami mengharapkan peristiwa ini menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan tercipta tanpa melihat perbedaan,” tandasnya.
Yohana juga berharap dengan diberangkatkannya Obor Paskah Nasional 2019 dapat membentuk kesatuan dan persatuan tanpa melihat perbedaan.
“Kami apresiasi Jakarta yang telah menunjukkan toleransi yang cukup tinggi, dan akan kami sebarkan lagi ke daerah Poso,” ujarnya.
Kirab obor tersebut kemudian diletakkan oleh Anies di podium obor sebagai tanda pelepasan obor yang bernama ‘Perdamaian dan Persatuan ke Tanah Poso’.
“Sangat luar biasa saya bisa hadir, kali ini dengan adanya obor sebagai simbol kekuatan dan persatuan kita tidak ada perbedaan. Kita dari Sabang sampai Merauke, kita satu tidak ada perbedaan. Dari sisi agama, suku, budaya, dan bahasa kita adalah satu. Melalui paskah ini membawa kita ke arah perdamaian,” kata Yohana.
Yohana juga menjelaskan nantinya acara paskah nasional di Poso diharapkan bisa membawa perdamaian khususnya dari kaum wanita. Dirinya berharap perempuan yang membawa perdamaian berlanjut di keluarga, lingkungan dan masyarakat.
“Paskah Nasional ke 15 di Poso nanti kita akan gerakkan semua kaum wanita yang ada di Poso. Kita tunjukan pada masyarakat di Poso, Indonesia dan internasional bahwa perempuan pembawa perdamaian, woman as peace maker. Maka persatuan kita akan mulai dibuat, diciptakan dari keluarga, lingkungan ke masyarakat. Di situ kita tunjukkan tidak ada perbedaan di antara kita,” ungkapnya.
Diberitahukan acara penerimaan dan pemberangkatan peserta kirab Obor Paskah Nasional 2019 ini dimulai dengan pertunjukan tari. Setelah itu Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional, Pendeta Alma Shephad Supit memberikan obor kepada Yohana untuk kemudian diberikan kepada Anies.
Kirab obor tersebut kemudian diletakkan oleh Anies di podium obor sebagai tanda pelepasan obor yang bernama ‘Perdamaian dan Persatuan ke Tanah Poso’.