Cegah Kecelakaan Pelayaran, Basarnas Lampung Amankan Angkutan Lebaran
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Cegah insiden kecelakaan pelayaran di lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak Basarnas Lampung memsiapkan personel dan peralatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kelas A Lampung, Jumaril, menyebut sebanyak 76 personel akan disiagakan di sejumlah titik.
Titik tersebut meliputi pelabuhan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan titik lain yang berpotensi rawan kecelakaan dan bencana alam.

Salah satu posko siaga, Basarnas Lampung disebut Jumaril, menyiagakan personel di pelabuhan Bakauheni. Persiapan alat utama Basarnas Lampung disebutnya menyiapkan 1 unit kapal RIB 03, posko dilengkapi komunikasi mobile (Komob), truk personel berikut perangkat komunikasinya.
Basarnas Lampung juga akan menyiagakan KN 224 Basudewa. Kapal milik Basarnas tersebut merupakan salah satu armada untuk memperkuat operasi SAR di Lampung.
KN Basudewa menurut Jumaril didatangkan dari Kali Jabat, Tanjung Priok Jakarta Utara pada Rabu (15/5) siang dan tiba di dermaga 4 pada Rabu sore. Sebelumnya kantor SAR Lampung memiliki KN 208 Drupada namun selanjutnya dialihkan ke kantor SAR Banten.
Sebagai gantinya kantor SAR Lampung diperkuat KN 224 Basudewa yang sebelumnya bertugas di kantor SAR Jakarta salah satunya ikut dalam operasi pencarian korban Lion Air JT 610 di perairan Karawang.
“KN SAR Basudewa semenjak diserahkan ke Basarnas Lampung untuk memperkuat penjagaan, mempercepat respon SAR di Selat Sunda sekaligus memperkuat KN Drupada yang siaga di Banten,” terang Jumaril saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (15/5/2019).

Keberadaan KN Basudewa tersebut lanjut Jumaril akan mendukung KN Drupada dengan tujuan memperkuat armada SAR di lintas Selat Sunda. Keberadaan dua armada SAR tersebut diakui Jumaril akan mempercepat dan mempermudah penanganan jika terjadi kecelakaan pelayaran di Selat Sunda.
Selain peralatan memadai, KN Basudewa tersebut diakui Jumaril memiliki kemampuan untuk melakukan operasi penanganan kecelakaan yang cukup baik.
KN Basudewa disebutnya memiliki spesifikasi panjang 40 meter dengan kekuatan tiga mesin 3×1800 horse power dengan kecepatan rata-rata 20 knots. Melalui kemampuan yang cukup baik tersebut ia berharap penanganan terhadap kejadian kecelakaan pelayaran di Selat Sunda bisa direspon dengan cepat.
Jumaril juga memastikan koordinasi dengan sejumlah pihak akan dilakukan diantaranya PT. ASDP Indonesia Ferry, Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Lampung dalam operasi lebaran.
Sesuai rencana personel, potensi SAR dan peralatan akan disiagakan sejak H-8 hingga H+8. Sesuai dengan penetapan lebaran Idul Fitri yang akan berlangsung pada Rabu (5/6), personel akan disiagakan sejak Selasa (28/5) mendatang.
Beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) diakuinya membuat lebaran tahun ini Basarnas Lampung menyiapkan posko khusus mengantisipasi kecelakaan di jalan tol.
Nahkoda atau kapten KN 224 Basudewa, Muhammad Fadli menyebut kapal SAR tersebut memiliki performa cukup baik. Bergabung dengan armada Basarnas Lampung, ia menyebut kapal SAR tersebut akan diperkuat oleh sebanyak 15 kru kapal.
Kapal tersebut dalam kondisi normal akan disiagakan di pelabuhan Panjang dan Bakauheni. Namun proses sandar diakuinya menyesuaikan kondisi cuaca di perairan Selat Sunda.
Sebelumnya ia telah berpengalaman di perusahaan pelayaran swasta, sejak 2018 Muhammad Fadli bergabung dengan Basarnas Kelas A Lampung dan dipercaya sebagai nahkoda KN Basudewa.
Salah satu tugas KN 224 Basudewa disebutnya siaga di Bakauheni dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) fokus terhadap kecelakaan yang ada di perairan. Sebab KN Basudewa merupakan salah satu tipe kapal SAR yang bisa diandalkan.
“Sebagai langkah mengoptimalkan respon terhadap kecelakaan KN Basudewa sangat mampu untuk bergerak cepat dalam operasi SAR,” terang Muhammad Fadli.
Memiliki kecepatan hingga 20 knots ia menyebut KN Basudewa bahkan bisa menyaingi kecepatan kapal lebih besar diantaranya kapal ferry. KN Basudewa tersebut selama siaga lebaran akan disiagakan di dermaga 4 bersama 15 kru akan siaga selama 24 jam melancarkan arus lebaran tahun ini.
Kru yang bertugas diakuinya juga merupakan personel yang sudah memiliki pengalaman dalam sejumlah operasi penyelamatan di perairan Selat Sunda.