Angin Kencang di NTT, Terpicu Perbedaan Tekanan Udara di Australia

Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang (DOK CDN)

KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang menyebut, perbedaan tekanan udara yang cukup siginifikan terjadi antara wilayah Australia dan Samudera Hindia di Barat Sumatera.

Hal itu disebut-sebut, menjadi pemicu terjadinya angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). “Berdasarkan pola streamline yang ada, angin kencang saat ini disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang cukup siginifikan antara Australia (mencapai 1029 mb), dengan Samudera Hindia Barat Sumatera (1006 mb), serta adanya pola siklonik di wilayah tersebut,” kata Forecaster dari BMKG Stasiun El Tari Kupang, Helny Mega Milla, Rabu (22/5/2019).

Helny menyebut, kondisi tersebutlah yang memicu terjadinya angin kencang di wilayah  NTT dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu. “Saat ini kecepatan angin 13 knots untuk Selasa, (21/5/2019), tetapi kecepatan angin rata-rata yang tercatat di kantor mencapai 20 knots,” jelasnya.

Kondisi tersebut, telah berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang yang terjadi di hampir seluruh wilayah perairan laut NTT. Gelombang setinggi dua hingga 2,5 meter, berpotensi terjadi di wilayah perairan laut utara Flores, Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, selat Wetar, perairan selatan Kupang-Pulau Rote, dan Laut Timor Selatan Nusa Tenggara Timur.

Sementara, gelombang setinggi tiga meter, berpotensi terjadi di perairan laut selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan NTT. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. (Ant)

Lihat juga...