Pasca-UNBK, Siswa Dikebut USBN Menjelang Bulan Puasa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Pasca pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pekan lalu, sejumlah siswa setingkat SMP di Kulonprogo Yogyakarta belum bisa bersantai. Menjelang bulan puasa ini mereka masih harus mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Agus Sutik, Panitia UNBK. Foto: Jatmika H Kusmargana

Jika pelaksanaan UNBK mengujinan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan Bahasa Inggris, maka dalam USBN sejumlah mata pelajaran yang diujikan antara lain pendidikan Agama dan budi pekerti, pendidikan kewarganegaraan hingga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Tak seperti UNBK yang seluruh soalnya berisi pilihan ganda dan disusun oleh pemerintah pusat, maka dalam USBN soal ujian terdiri dari pilihan ganda dan esai serta disusun 25 persen oleh pemerintah pusat dan 75 persen oleh guru mata pelajaran di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing daerah.

Di SMP Negeri 3 Wates Kulonprogo Yogyakarta, pelaksanaan USBN sendiri langsung digelar begitu pelaksanaan UNBK selesai pada Jumat (26/04/2019) lalu. Para siswa langsung mengikuti USBN hingga Jumat (03/05/2019) mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengejar waktu agar siswa selesai mengikuti seluruh ujian sebelum memasuki bulan puasa.

“Ya memang setelah UNBK kita langsung gelar USBN. Karena sekitar tanggal 5 Mei sudah memasuki bulan puasa. Sehingga kita harapkan saat memasuki bulan puasa siswa tidak perlu lagi ujian. Karena tentu akan sangat berat,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Wates, Agus Sutik.

Selain UNBK, USBN sendiri memiliki posisi cukup penting bagi siswa karena menjadi salah satu penentu kelulusan. Lulus atau tidaknya siswa akan ditentukan salah satunya oleh nilai yang mereka peroleh dari USBN ini. Termasuk juga nilai rapor  setiap siswa sejak semester awal di kelas satu.

“Untuk pelaksanaannya, USBN digelar seperti biasanya. Dengan sistem tulis atau berbasis kertas. Tidak seperti UNBK yang dikerjakan memakai sistem komputer,” katanya.

Sementara itu, sejumlah siswa mengaku serius mempersiapkan sejumlah rangkaian ujian ini. Meski waktu ujian cukup panjang, hampir selama 2 minggu, sampai saat ini mereka mengaku bisa mengikuti ujian dengan baik.

“Alhamdulillah sampai saat ini lancar. Ya walaupun gak ada waktu bersantai. Kecuali hari minggu. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan. Sekitar 70 persen yakin bisa lah,” ujar salah seorang siswa Aulia Eva.

Lihat juga...