Nelayan di Pesisir Selatan Diharapkan Optimalkan Bantuan

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengucurkan anggaran sebesar Rp11,01 miliar untuk pengembangan nelayan kecil di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 2019.

Bantuan itu mencakup kapal nelayan ukuran lima GT sebanyak lima unit lengkap dengan mesin, beserta premi asuransi bagi 1.077 nelayan, bantuan pendidikan bagi anak nelayan dan lainnya.

Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja, mengatakan, selain bantuan berupa mesin nelayan dan yang lainnya, bantuan lain juga ada berbentuk benih ikan nila sebanyak 60.000 ribu ekor lengkap dengan pakannya sebanyak 2.000 kilogram, satu paket kolam bioflok, minapadi dan lain sebagainya.

Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja/Foto: Istimewa

“Penyerahan bantuan merupakan wujud keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong berkembangnya usaha perikanan di Pesisir Selatan. Jadi tanpa sarana dan prasarana yang lengkap mustahil pelaku usaha perikanan akan sukses,” katanya, Kamis (4/4/2019).

Ia menyebutkan, alasan memilih daerah Pesisir Selatan diberikannya sejumlah bantuan itu, karena Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki kawasan pantai yang cukup panjang, di antaranya Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Pariaman.

“Soal bantuan ini, akan merata nantinya diberikan ke berbagai daerah yang ditujukan langsung ke nelayannya. Hal ini jelas memiliki target bahwa nantinya nelayan bisa ditingkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak harus menunggu dari pemerintah pusat, sehingga dengan banyaknya bantuan yang berdatangan, dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah, secara tidak langsung turut mendukung perkembangan perikanan dan juga memberikan peningkatan kesejahteraan.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, dengan adanya bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut, menjadi kewajiban juga dari Pemkab Pesisir Selatan, karena nantinya segala bantuan yang telah diterima, akan dilanjutkan dengan pendampingan dan menyalurkan secara maksimal serta tepat sasaran.

“Saya akan maksimal mengawal bantuan ini sehingga benar-benar tepat sasaran. Karena kami di Pesisir Selatan berkomitmen untuk mensejahterakan nelayan,” ucapnya.

Sedangkan untuk memastikan hal tersebut, pihaknya bakal memerintahkan tim teknis dari perangkat daerah terkait, untuk memberikan pendampingan kepada penerima bantuan sehingga bantuan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Ia menyebutkan, sebagai daerah yang tengah berkembang, Pesisir Selatan saat ini memang membutuhkan sentuhan dari pemerintah pusat melalui bantuan-bantuan.

“Kami tidak tinggal diam terkait hal ini, kami terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan saya bersyukur Pesisir Selatan menerima bantuan yang cukup besar,” katanya.

Hendrajoni juga menjelaskan, di Pesisir Selatan hampir sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Mulai dari nelayan pukat hingga ke nelayan kapal-kapal besar. Hal ini dikarenakan daerah Pesisir Selatan berada di sepanjang pantai samudera.

“Bantuan yang ada jelas akan kita berikan secara merata kepada nelayan. Cuma hal itu akan dilakukan secara bertahap. Seperti bantuan dari Pemkab Pesisir Selatan, dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dan KKP, akan diberikan secara tepat sasaran,” tegasnya.

Bantuan-bantuan yang diberikan kepada nelayan itu, diperuntukkan terkhusus kepada nelayan-nelayan kecil, seperti nelayan yang menggunakan perahu untuk memancing ikan ke tengah laut, nelayan jaring, dan kepada masyarakat yang memiliki kolam untuk budidaya ikan seperti lele, ikan nila, udang vaname, dan lainnya.

Lihat juga...