Masa Panen Padi, Peternak di Lamsel Mudah Dapatkan Pakan
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Musim panen pada Masa Tanam Pertama (MT1) padi berdampak positif bagi peternak di Lampung Selatan (Lamsel).
Suprapto, peternak sapi limosin asal Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, menyebut, panen padi memudahkannya mendapatkan jerami, pakan sapi peliharaanya. Jika tidak memasuki masa panen, jerami harus didaparkan dari lahan pertanian di luar kecamatan.
Pakan jerami padi, salah satu asupan nutrisi bagi ternak sapi yang bisa disimpan oleh peternak. Meski diambil dari sawah dalam kondisi basah, jerami akan dikeringkan di gudang. Jerami kering memiliki daya tahan hingga enam bulan. Stok yang melimpah, membantu peternak memiliki persediaan pakan Selama Ramadan hingga Idul Fitri. Suprapto membutuhkan sekira satu kuintal jerami untuk empat ekor sapi peliharaanya.
Sumber pakan segar jenis rumput, kerap diberikan langsung setelah dianginkan. Selain jerami dan rumput, peternak juga memanfaatkan jenjet tongkol jagung, yang dihaluskan dan dicampur dedak serta tetes tebu.

Kemudian sumber pakan alami dari rumput gajah yang biasa ditanam di pekarangan. “Saat musim panen padi peternak memilih mencari stok pakan yang bisa disimpan dalam waktu lama, agar saat terjadi paceklik pakan semisal musim kemarau peternak tidak kesulitan mencari pakan,” terang Suprapto kepada Cendana News, Senin (29/4/2019).
Wardi, peternak asal Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi, mengaku, harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari pakan. Pemilik sapi peranakan ongole tersebut mengatakan, musim panen yang tidak serempak menguntungkan peternak. Di wilayah Sragi, tanaman padi memasuki padi berbulir sehingga belum dipanen.
Sehingga dengan lima ekor ternak sapi, Dia harus mencari sumber pakan hingga keluar kecamatan. “Stok pakan harus diperhitungkan untuk kebutuhan satu bulan, apalagi mendekati Ramadan, stok harus selalu tercukupi,” beber Wardi.
Penyediaan stok sebelum Ramadan dilakukan, karena saat puasa mencari pakan menjadi sebuah pekerjaan yang dirasakan cukup berat. Sekali mencari, Wardi membawa dua kuintal jerami. Proses mencari pakan yang melelahkan tersebut, akan dikurangi saat Ramadan.
Pemanenan tanpa mesin, juga menguntungkan peternak. Tukimin, peternak sapi asal Desa Kelaten, Penengahan menyebut, padi yang dipanen dengan mesin pemanen (combine havester) jeraminya kerap terpotong hingga ukuran kecil. Imbasnya, pencari pakan ternak kesulitan mencari jerami utuh.
Padahal, jerami yang dipilih untuk pakan dalam kondisi utuh, karena memudahkan proses penyimpanan. “Stok jerami yang sudah dikumpulkan akan disimpan pada rak khusus di dekat kandang, difermentasi lalu diberikan sebagai pakan dengan tambahan tetes tebu,” pungkas Tukimin.