Jepang dan Cina, Tujuan Belajar Sains dan Teknologi Anak NTB
Editor: Mahadeva
MATARAM – Jepang dan Cina menjadi negara tujuan utama pengiriman anak-anak Nusa Tenggara Barat penerima beasiswa dari pemerintah daerah setempat.
Para penerima beasiswa tersebut belajar dibidang sains dan teknologi. “Sebagian anak NTB penerima beasiswa diarahkan untuk menempuh pendidikan di negara yang konsen pada pendidikan sains dan teknologi seperti Cina dan Jepang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhammad Suruji, Kamis (25/4/2019).
Kebijakan tersebut sebagai upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang sains dan teknologi. Mereka nantinya dipersiapkan untuk mengelola berbagai potensi yang ada di NTB, baik di bidang pertanian, perkebunan, maupun kelautan.
Meskipun NTB memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, kalau tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM yang memadai, tidak akan bisa dikelola secara optimal untuk mensejahterakan masyarakat. “Pemprov NTB bahkan telah menjalin nota kesepahaman dengan pemerintah Cina dan Jepang, untuk pemberian beasiswa bagi anak NTB di bidang pendidikan sains dan teknologi,” katanya.
Jepang dan Cina, berkepentingan besar menjadikan Indonesia sebagai pasar produk elektronik dan otomotif yang dihasilkan. Semua tahu, produk dari Jepang dan Cina banyak dipasarkan di Indonesia termasuk di NTB.
Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, mengatakan, demi mendukung pengembangan industri olahan, terutama industri olahan hasil pertanian dibutuhkan SDM yang handal, dan bisa menguasai ilmu pengetahuan bidang sains dan teknologi. Karena itulah, salah satu tujuan menyekolahkan banyak anak NTB ke luar negeri dengan beasiswa, untuk mempersiapkan SDM di bidang sains dan teknologi.
NTB memiliki potensi produksi pertanian, peternakan dan perikanan yang cukup banyak. Namun, belum dikelola maksimal, sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebanyakan produk pertanian termasuk hasil peternakan yang dihasilkan NTB diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal jika diolah hingga barang jadi, akan meningkatkan nilai ekonomi.