Jelang Pemilu, Aparat di Sikka Matangkan Koordinasi
Editor: Satmoko Budi santoso
MAUMERE – Terkait dengan Pemilu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka telah melaksanakan tugas dan perannya sesuai dengan amanat undang-undang pemilu. Pemerintah juga telah dan selalu berkoordinasi dengan KPU Sikka dan Bawaslu Sikka dengan menyiapkan perangkat di kecamatan hingga ke desa dan kelurahan.
“Kesbangpol Sikka juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sikka untuk perekaman KTP elektronik dan pengeluaran Surat Keterangan (Suket) kependudukan,” sebut sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sikka, Frederik Edmundantes, Selasa (9/4/2019).
Dalam rapat koordinasi terkait persiapan pemungutan suara di KPU Sikka, Ferry, sapaannya, menjelaskan, pencapaian tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 lalu sebanyak 82,4 persen dan lebih tinggi dari target nasional. Untuk itu target ini akan dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pemda Sikka juga berkomitmen agar target partisipasi pemilih dalam Pemilu tahun 2019 bisa menyamai perolehan saat Pilkada tahun 2018 lalu. Bahkan bila perlu ditingkatkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dispendukcapil agar perekaman KTP elektronik dimaksimalkan,” ungkapnya.
Ferry menyesalkan, masih minimnya koordinasi antara 21 camat dengan para kepala desa dan lurah. Hal ini disampaikan, saat dirinya turun ke desa melakukan sosialisasi. Dirinya berharap para camat segera melakukan koordinasi dengan kepala desa dan lurah.
“Para camat harus segera membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para kepala desa dan lurah. Hal ini sangat diperlukan agar kendala yang dihadapi bisa segera diketahui dan diinformasikan kepada KPU Sikka atau Bawaslu Sikka,” pesannya.
Petugas di sekretariat yang merupakan ASN yang selama ini belum terisi sudah diperintahkan bupati untuk diisi jabatan itu agar tidak lowong. Termasuk pegawai yang terkena mutasi juga telah diganti sehingga sekretariat di PPK tidak mengalami kendala.
“Untuk pemantau pemilu, kami sudah dihubungi dari pusat bahwa akan ada pemantau yang mengawasi pemilu di kabupaten Sikka. Selain itu dari provinsi NTT ada Kesbangpol NTT dan Bawaslu NTT juga,” paparnya.
Ketua KPU kabupaten Sikka, Fery Soge, juga berharap agar para camat, kepala desa, dan lurah ikut serta membantu melakukan pengawasan termasuk mengerahkan Linmas atau Hansip untuk membantu pengamanan logistik pemilu dan TPS selama proses pemungutan suara.
“Kita berharap para camat, kepala desa dan lurah, bisa saling bekerja sama sehingga bila menemukan kendala di lapangan bisa segera melaporkan kepada KPU Sikka. Kerjasama selama ini sudah berjalan dengan baik di tingkat desa dan kelurahan sehingga terus ditingkatkan,” sebutnya.
Selain itu, harap Fery, para kepala desa dan lurah bisa mengimbau dan mengecek masyarakat agar bisa datang ke TPS tanggal 17 April 2019 untuk memberikan hak suara. Diharapkan penyelenggaraan pemilu bisa berjalan dengan aman, damai, dan sukses.
“Tentu peran serta semua pihak sangat diperlukan termasuk dari aparat pemerintahan hingga ke tingkat dusun untuk mengimbau masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak suara tanpa paksaan,” pungkasnya.