HKB, Momentum Bersinergi Menghadapi Bencana

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 diharapkan menjadi momentum bersinergi menghadapi persoalan kebencanaan di Indonesia. 

Sampai saat ini, kesadaran maupun kepedulian masyarakat untuk berperan mengatasi persoalan-persoalan kebencanaan masih belum sepenuhnya tumbuh. Hal itu terlihat dari masih minimnya pengetahuan mitigasi, maupun pemahaman lain terkait kebencanaan di masyarakat.

Analis Penanganan Krisis BPBD Sleman, Nurcahyo Prasetya Budi Utomo – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Pengetahuan kebencanaan masyarakat kita masih cukup rendah. Terbukti, masih banyak masyarakat yang tidak tahu harus melakukan apa saat terjadi bencana. Karena itu perlu upaya sosialisasi mitigasi bencana secara terus menerus dari semua pihak,” ujar Analis Penanganan Krisis BPBD Sleman, Nurcahyo Prasetya Budi Utomo, di sela Kuliah Kebencanaan di Universitas Respati Yogyakarta, Jumat (26/4/2019).

Selain mitigasi bencana, pemahaman masyarakat terhadap manajemen penanganan bencana juga masih menjadi persoalan. Misalnya, menyangkut asas kemanusiaan, yang terkait dengan kepedulian atau rasa simpati kepada masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

“Pemahaman untuk peduli dan bersimpati terhadap masyarakat yang sedang mengalami bencana belum sepenuhnya tumbuh. Misalnya saja saat ada bencana, sebagian masyarakat justru menjadikannya sebagai ajang tempat wisata. Masyarakat kurang peduli, karena merasa sudah ada pihak terkait yang bertugas untuk menangani. Padahal semua pihak mestinya bisa ikut andil dalam membantu sesuai peran masing-masing,” jelasnya.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Universita Respati, Dara Ayunesa, mengakui masih membutuhkan pemahaman dan pengetahuan mengenai kebencanaan. Meski mengenai mitigasi sudah diajarkan, namun Dia menilai masih perlu sosialisasi dari pihak-pihak terkait mengenai persoalan kebencanaan di masyarakat.

“Dengan pengetahun itu, kita bisa ikut berperan dalam membantu memberikan pemahaman ke masyarakat. Misalnya soal mitigasi, bagaimana persiapan menghadapi bencana dan lain sebagainya. Selain itu, kita juga bisa turut andil melakukan penanganan situasi bencana, sesuai dengan bidang kompetisi yang kita miliki. Misalnya menjadi tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...