Grontol, Kuliner Sederhana Kaya Gizi

YOGYAKARTA – Kuliner tradisional satu ini, mungkin memang memiliki tampilan serta rasa yang sangat sederhana. Namun siapa sangka, di balik kesederhana annya itu, camilan ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. 

Berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, kuliner yang dibuat dari bahan utama jagung ini, saat ini memang sudah semakin jarang ditemui. Meski begitu, kuliner murah-meriah ini masih bisa dijumpai di sejumlah pasar-pasar tradisional yang ada di berbagai pelosok desa.

Salah seorang pembuat Grontol di Desa Kagotan, Plered, Bantul, Sariyah –Foto: Jatmika H Kusmargana

Berwarna putih kekuningan dengan taburan parutan kelapa serta juruh atau cairan kental dari gula kelapa, masyarakat Jawa biasa menyebut kuliner ini dengan Grontol jagung. Kandungan karbohidrat yang terdapat pada jagung menjadikan makanan ini bisa mengenyangkan.

Salah seorang pembuat Grontol di Desa Kagotan, Plered, Bantul, Sariyah, menyebut grontol kaya manfaat bagi tubuh. Kandungan serat, serta mineral pada jagung membuat makanan ini baik untuk kesehatan. Apalagi, jagung juga memiliki kandungan vitamin B serta antioksidan.

Berjualan Grontol selama puluhan tahun, Sariyah menyebut Grontol sangat mudah untuk dibuat. Bahkan setiap orang yang belum pernah melihatnya sekali pun, dikatakan bisa langsung membuatnya.

“Cara buatnya sangat mudah. Pertama, jagung direbus dengan dicampur injet (kapur sirih). Agar (teksturnya) lebih lunak. Setelah itu, dicuci sampai bersih. Kemudian direbus lagi sampai matang. Perebusan kedua ini bertujuan agar jagung benar-benar empuk,”ucapnya, Sabtu (6/4/2019).

Satu piring penuh Grontol, dijual dengan harga sangat murah. Hanya Rp5.000,. Grontol biasa disajikan dengan pincuk atau daun pisang. Saat hendak dikonsumsi, Grontol biasa ditambahkan parutan kelapa serta juruh atau cairan gula Jawa pekat di atasnya.

Rasa tawar pada jagung, ditambah gurih parutan kelapa, serta manis pada juruh, menjadikan Grontol memiliki citarasa unik. Terkadang, warga juga biasa menambahkan sedikit garam saat proses perebusan, untuk memberi rasa sedikit asin pada kukiner satu ini.

Lihat juga...