Festival KBA, Pendidikan yang Berkeadilan di Pelosok Desa
Editor: Satmoko Budi Santoso
SOLOK – Desa yang terletak di pelosok daerah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tepatnya di Jorong Tabek, Talang Babungo, Kecamatan Hilir Gumanti, merupakan daerah yang jauh pusat keramaian. Di sini, diselenggarakan Festival Kampung Berseri Astra (KBA).
Head Of Corporate Communication PT Astra International, Boy Kelana Subroto, mengatakan di Jorong Tabek merupakan salah satu KBA yang dibina, dari 80 KBA yang ada di seluruh tanah air Indonesia. Acara di Jorong Tabek, juga dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional 2019.
“Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan di Sumatera Barat, tetapi juga diselenggarakan secara nasional,” katanya di Solok, Minggu (28/4/2019).
Ia menjelaskan Festival KBA terfokus kepada pengembangan terpadu pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan kewirausahaan. Saat ini ada 80 KBA yang tersebar di 34 provinsi dan hingga saat ini telah dikembangkan 370 desa sejahtera yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Festival KBA di Jorong Tabek menghadirkan peserta dari 15 provinsi yakni Provinsi Aceh, Riau, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Sumatera Barat,” ujarnya.
Selain itu, Festival KBA juga dimeriahkan dengan rangkaian acara pergelaran budaya, seperti Silek dan Tari Piriang Kolosal Lintas Generasi, Pawai Budaya, Lomba Inovasi Karya Guru Nasional, Jambore Guru PAUD Nasional, Olimpiade Pendidikan serta Aksi Berbagi Ilmu Aksara.
“Kami juga akan menyerahkan secara simbolis Beasiswa Aksara untuk 40 mahasiswa terpilih di Sumatera Barat senilai Rp120 juta serta Beasiswa Lestari yang telah disalurkan selama tiga tahun kepada anak-anak yang ada di KBA Jorong Tabek sebesar Rp140 juta. Selain itu juga diserahkan hadiah lomba inovasi karya guru tingkat nasional kategori PAUD, rumah pintar, SD, SMP, SMA dan SMK Rp200 juta,” paparnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat luas dapat termotivasi untuk berkolaborasi bersama dalam berkarya membangun Indonesia, dari Sabang – Merauke.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang turut diundang dalam sambutannya menyampaikan, Jorong Tabek merupakan salah satu desa di Sumatera Barat yang masih menjaga kearifan lokal. Hal ini yang mendorong, mengapa Jorong Tabek dibina melalui KBA selama 3 tahun.
“Bahkan anak-anak SD pun sudah bisa basilek di sini, nah hal ini yang harus kita lestarikan, karena ini bisa menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat Sumatera Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, khusus untuk kearifan lokal, saat ini Pemprov Sumatera Barat sedang mengembangkannya dengan membentuk instansi atau organisai yang khusus membidangi hal tersebut, yakni Dinas Kebudayaan, mulai dari kabupaten dan kota, hingga ke tingkat provinsi.
“Dulu urusan kebudayaan hanya ditumpangkan pada sebuah instansi, namun ternyata dengan budaya dan kearifan lokal bisa membuat sebuah daerah atau negara memiliki ciri khas, terutama Sumatera Barat,” jelasnya.
Nasrul menyatakan masyarakat bersama semangat gotong royong akan mampu melestarikan budaya yang sudah dimiliki. Hal yang demikian akan menjadikan desa itu tumbuh dan baik, dan akan dikenal oleh daerah atau negara lain, sehingga akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.
Nasrul Abit juga menyampaikan harapan kepada masyarakat di Jorong Tabek agar mampu melahirkan ide- ide kreatif untuk membangun desa tersebut.
“Kini Sumatera Barat cukup terkenal dengan pariwisata di desa. Jorok Tabek diharapkan dapat melahirkan potensi wisata itu, sehingga dapat memajukan daerah Tabek,” sebutnya.