2020, Sungai Batang Arau Bebas Sampah
Editor: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Menindaklanjuti kegiatan bersih-bersih sungai yang dilakukan sepanjang Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat pada pekan lalu, kegiatan serupa kembali dilakukan, Rabu (10/4/2019).
Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, beserta pihak lainnya, telah melibatkan 2.500 masyarakat turun ke kawasan Batang Arau melakukan pengutipan sampah-sampah yang mengapung di kawasan sungai, seiring memperingati Hari Air dan Hari Sampah Nasional 2019.
Hari ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, kembali turun ke lapangan membersihkan Batang Arau.
“Kegiatan bersih sungai hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pada pekan lalu. Jadi kita tidak ingin kegiatan yang bertujuan untuk peduli dengan lingkungan di sungai ini, hanya sekedar seremoni saja, maka hari ini kita turun lagi,” kata Yosmeri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Provinsi Sumatera Barat.

Ia menyebutkan, kegiatan bersih-bersih sungai yang bertepatan pada hari Rabu ini, diawali dengan olahraga senam.
Setelah itu dilakukan dengan gotong royong membersihkan Batang Arau. Dilanjutkan kegiatan bersih-bersih sungai, semacam evaluasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat yang bermukiman di sepanjang Batang Arau, agar kesadaran untuk menjaga lingkungan di sungai terus ada di tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, direncanakan kegiatan gotong royong membersihkan sampah yang ada di Batang Arau itu, akan dilakukan setiap hari Rabu dalam jangka waktu dua kali dalam satu bulan.
Artinya setiap hari Rabu akan ada kegiatan bersih-bersih sampah yang melibatkan ASN Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, beserta masyarakat yang jumlah pesertanya tidaklah seramai pekan lalu.
“Jika hal ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, maka diperkirakan dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan, Batang Arau benar-benar bersih dari sampah,” ujarnya.
Yosmeri menyatakan, dampak dari kegiatan bersih-bersih sungai di Batang Arau pekan lalu telah menunjukkan arah yang lebih baik. Dari sebelumnya sampah banyak terlihat mengapung, kini Batang Arau terlihat mulai bersih.
Namun mengingat cuaca di Kota Padang sering turun hujan, membuat beberapa sampah kembali mengapung di kawasan Batang Arau.
“Kita tentu menginginkan agar kesadaran masyarakat tumbuh, sampai tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai. Sebab sampah yang masuk ke sungai itu, merupakan limbah rumah tangga, berupa plastik, pakaian bekas, botol minuman, sisa potongan kayu-kayu, dan jenis sampah lainnya,” ucapnya.
Yosmeri menegaskan, hal yang membuat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat turut turun tangan persoalan kebersihan sungai karena jika sungai kotor, maka akan sangat mengganggu tangkapan nelayan sepanjang Pantai Padang.
Hal ini dikarenakan, Batang Arau merupakan muara salah satu sungai di Padang.
“Tentu sangat terasa dampaknya sampah ini ke laut. Apalagi bagi nelayan pukat, bukannya berhasil menangkap ikan, tapi malah mengangkut sampah. Untuk itu, jika tidak ada lagi masyarakat yang buang sampah ke sungai, maka laut akan bersih, hasil penangkapan akan meningkat,” tegasnya.
Dikatakannya, ke depan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat akan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengedukasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sepanjang kawasan sungai.
“Tidak hanya terkhusus di kawasan Batang Arau saja, tapi sepanjang sungai lainnya, juga penting untuk dijaga dari sampah-sampah tersebut. Setidaknya dengan adanya kesadaran masyarakat, telah dapat menjaga habitat ikan yang ada di sungai dan di laut,” sebutnya.
Yosmeri mengatakan dengan adanya semangat untuk menjaga lingkungan sungai, ada pihak dari Badan Usaha Milik Nagari (BUMN) di Kota Padang yakni PT. Semen Padang, telah memiliki rencana untuk membuat pojok yang dikenal dengan PT. Semen Padang Indah.
“Jadi rencananya itu Semen Padang akan membuat sebuah spot foto untuk masyarakat yang bisa berswafoto atau selfi yang nantinya ditempatkan di pinggiran sungai,” jelasnya.
Bahkan tempat pojok itu, direncanakan akan dicat dengan nuansa warna warni. Tidak hanya sebatas sebuah tempat berfoto, juga akan membuat semacam bilboard imbauan untuk tidak membuang sampah ke sungai.
Yosmeri mengaku, menyambut dengan senang hati atas rencana yang dimiliki oleh PT. Semen Padang tersebut. Untuk itu ia berharap, kepada BUMN lainnya melakukan hal yang sama.
Sejalan dengan hal tersebut, bisa juga nanti diubah kawasan sungai itu menjadi wisata air, dan mendirikan tempat kuliner sepanjang pinggiran Batang Arau.
“Hal ini jugalah yang membuat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat bersemangat untuk turut terlibat dalam menjaga kebersihan sungai. Karena jika sungai bersih, hal lain akan ikut, seperti ada spot foto, kawasan wisata, dan lapak kuliner,” ungkapnya.