Tutut Soeharto Kunjungi Kampung Lebah Madu Kediri
KEDIRI – Dua putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), mengunjungi Sentra Peternakan Lebah di Kampung Lebah Madu, Desa Sekoto, Pare, Kediri, Jawa Timur. Kampung Lebah Madu ini lokasinya berdekatan dengan Kampung Inggris, yang sebelumnya telah dikunjungi oleh Tutut Soeharto dan rombongan Partai Berkarya, di hari yang sama, Sabtu (30/3/2019).
Kedua putri Cendana bersama rombongan berkeliling melihat area peternakan Lebah yang terkenal itu. Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto secara bergantian memegang sarang Lebah, tanpa ada rasa takut disengat.
“Subhannallah, lebahnya banyak sekali. Madunya juga bagus untuk kesehatan,” kata Tutut Soeharto.

Budi daya Lebah Madu sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dan, secara tradisional banyak ditemui di pelosok pedesaan yang dekat dengan hutan.
Usaha ini sebagai sampingan para petani di Pare, Kediri, dengan menggunakan glodok yang dipasang di samping, belakang rumah atau di pekarangan.
Saat ini, budi daya Lebah Madu semakin dikenal, dikembangkan dan mendapat perhatian dari berbagai pihak. Partai Berkarya mendukung pengembangan budi daya Lebah ini, dan diharapkan usaha ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Sekoto, Pare, Kediri.
Selain melihat area peternakan lebah, Tutut Soeharto juga mendatangi warung petani Lebah yang berada di lokasi tersebut.
Putri sulung Presiden Soeharto tampak ceria bercengkrama dengan pemilik warung tersebut. Ia bertanya tentang khasiat madu yang dipasarkan itu, dan turut mencicipinya.
Tak lupa, Tutut Soeharto juga membeli madu-madu tersebut untuk oleh-oleh dibawa pulang ke Jakarta.
Satu pedagang madu di warung tersebut mengaku senang, tokonya dikunjungi Tutut Soeharto. “Bu Tutut ramah banget. Saya senang dan bangga toko saya dikunjungi putrinya Ibu Tien Soeharto,” ujarnya.
Dia mengatakan, bersama para petani Lebah akan terus mengembangkan usahanya ini. Apalagi, sentra perternakan kampung Lebah Madu warga di Kampung Inggris ini dulu merupakan binaan Ibu Tien Soeharto.
“Warung petani Lebah dan peternakan Lebah Madu warga Pare, Kediri ini yang dulu dibina Ibu Tien, akan tetap kami jaga,” tukasnya.

Lebah tidak berhenti bekerja, mereka punya tugas masing-masing. Setiap kelompok Lebah mempunyai satu ratu lebah yang tugasnya bertelur.
Selama musim paceklik, Lebah diberi tambahan makanan bantuan berupa manisan. Setelah musim bunga, kotak Lebah diantar ke hutan atau tempat bunga.
Madu asli berasal dari madu bunga, yang diambil oleh Lebah, punya ciri khas yang berbeda. Baik itu aroma, warna, rasa dan khasiatnya.