Tol Pekanbaru-Dumai Dilengkapi Terowongan Perlintasan Gajah

Ilustrasi pembangunan jalan tol - Dok: CDN

JAKARTA – Jalan Tol Trans Sumatera di ruas Tol Pekanbaru-Dumai, akan dilengkapi terowongan khusus bagi perlintasan gajah.

Hal itu menjadi bagian dari upaya konservasi habitat hewan tersebut. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, mengatakan, trase Jalan Tol Pekanbaru-Dumai pada Seksi IV dan V melewati kawasan habitat gajah Balai Raja.

Di habitat yang ada di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak tersebut diperkirakan terdapat sekira 25 ekor gajah. “Untuk mendukung kelestarian keanekaragaman hayati Sumatera, akan dibangun lima terowongan sebagai perlintasan gajah, sehingga keberadaan jalan tol seminim mungkin tidak mengganggu habitat gajah,” ujar Danang, Minggu (10/3/2019).

Dalam penentuan lokasi dan desain terowongan, PT. Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau. Komunikasi juga melibatkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang konservasi hewan. Manfaat keberadaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, diharapkan dapat meningkatkan akses antara Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dan Dumai sebagai kota pelabuhan.

Sehingga keberadaan tol bisa membantu distribusi industri perminyakan dan agribisnis. Selain itu, jalan tol juga akan mengintegrasikan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri ke berbagai wilayah di Sumatera. “Adanya tol ini akan memangkas waktu tempuh dari lima jam menjadi kurang lebih dua jam,” tutur Danang.

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai terbagi menjadi enam seksi, dengan nilai investasi sebesar Rp16,2 triliun. Progresnya secara keseluruhan saat ini sudah mencapai 37 persen, dengan target 33 kilometer, dan akan rampung pada akhir 2019. Sementara di 2020 akan dibangun sepanjang 98 kilometer. (Ant)

Lihat juga...