Tanaman Hias dan Pot Keramik, Kombinasi Apik yang Cantik dari Malang

Editor: Mahadeva

MALANG – Popularitas tanaman hias di tengah masyarakat saat ini terus meningkat. Termasuk tanaman jenis sukulen (kaktus) yang biasa dipilih sebagai penghias mempercantik ruangan.

Ukuran sukulen yang mungil, bentuknya yang unik, dan perawatannya yang mudah, membuat tanaman tersebut, banyak digemari masyarakat.  Hal tersebut juga mendasari owner Arana Art, Sisca Fajriani dan Euis Elih Nurlaelih, menjadikan sukulen sebagai obyek usaha di bidang pertanian yang dijalani.

Berangkat dari kegemaran yang sama, yakni menanam dan mengoleksi tanaman hias. Hal itu memberi keduanya ide untuk menjadikan tanaman hias tersebut semakin unik. Keduanya mengkombinasikan sukulen dengan pot berbahan keramik lokal asli Malang.

“Ide awalnya memang berasal dari hobi kita berdua yang sama-sama penyuka tanaman hias. Dari situ kemudian muncul ide mengkombinasikan tanaman hias, terutama jenis sukulen dengan pot keramik, agar terlihat lebih unik dan lebih bernilai,” ujar Sisca saat mengikuti pameran di Balaikota Among Tani.

(Dari kiri) Sisca Fajriani dan Euis Elih Nurlaelih menunjukkan kombinasi tanaman hias dengan pot keramik lokal Malang – Foto Agus Nurchaliq

Pot keramik yang digunakan merupakan keramik lokal Malang. Biasa didapatkan di daerah Dinoyo dan Betek. Hal tersebut sengaja dilakukan, untuk mengangkat dan menghidupkan kembali keramik Kota Malang. Pot keramik dipilih, karena memiliki bentuk unik dan khas. Sedangkan sukulen dipilih, karena mudah dalam hal perawatan.

Tanaman sukulen, berasal dari daerah berpasir, sehingga perawatannya lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak air.  “Cukup disiram seminggu sekali, itupun dengan jumlah air yang tidak terlalu banyak. Karena kalau terlalu banyak, justru tanaman sukulen akan mati,” terangnya.

Media tanamnya juga dipilih yang tidak banyak menahan air, seperti campuran antara arang sekam, tanah, kompos dan pasir. Selain mudah dalam hal perawatan, tanaman hias yang dipilih adalah yang berkarakter tahan di dalam ruangan atau tanaman indor.

Hal itu dilakukan, agar tanaman hias bisa diletakkan di dalam ruangan, seperti di meja kerja, ruang tamu atau di dapur atau bisa juga digantung di kamar mandi. “Karena sifatnya merupakan tanaman indor, maka kami juga mengambil tanaman yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, agar kalau ditaruh di meja tetap terlihat cantik,” ucapnya.

Tanaman hias biasa didapatkan  dari petani di daerah Sidomulyo, Batu.  Harga tanaman hias karya Arana Art bervariasi, mulai dari Rp25 ribu sampai Rp100 ribu, tergantung kombinasi antara tanaman dan pot yang digunakan. “Hingga kini pemasarannya masih dari mulut ke mulut dan mengikuti pameran,” ungkapnya.

Euis menyebut, pemberian nama Arana, diambil dari bahasa sansekerta yang berarti tumbuhan. “Dari nama tersebut, sebenarnya kita mencoba menggabungkan antara seni dengan tanaman. Jadi seni yang terkait dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanaman,” jelasnya.

Manfaat memiliki tanaman indor disebut Euis, selain sebagai estetika, juga bisa menghadirkan kenyamanan, kesegaran, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kesehatan fisik dan psikis seseorang yang berada di dalamnya. “Kedepannya, karya kita bukan hanya sekedar menanam di pot keramik saja. Tetapi juga bisa menggunakan berbagai media pot lainnya, seperti botol lukis, pot dari kayu maupun pot dari tali rami,” pungkasnya.

Lihat juga...