Sawit Diharapkan Berkontribusi pada Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Perkebunan Kelapa Sawit. -Dok: CDN

BALIKPAPAN — Subektor perkebunan menjadi prioritas Provinsi Kalimantan Timur untuk menggantikan dominasi minyak, gas dan batu bara. Bahkan kelapa sawit juga diharapkan berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Foto: Ferry Cahyanti

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menjelaskan, pembangunan perkebunan bertujuan meningkatkan peran dalam pengembangan ekonomi wilayah berbasis kerakyatan melalui pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga subsektor tersebut didorong untuk berkontribusi besar menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Subsektor ini juga mampu mengembangkan wilayah juga menyerap tenaga kerja serta menciptakan nilai tambah melalui percepatan pembangunan industri hilir berbasis kelapa sawit,” jelasnya Senin, (25/3/2019).

“Perkebunan kelapa sawit juga diharapkan berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup,” harap Hadi Mulyadi.

Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan dilakukan melalui pengembangan pertanian dalam arti luas dan subsektor perkebunan berkontribusi 52 persen di sektor pertanian.

“Penting untuk menjaga investasi pada subsektor perkebunan,” tandasnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kaltim, apabila dilihat ketenagakerjaan sektor ekonomi kerakyatan, Sektor perdagangan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 25,23 persen. Pertanian peringkat kedua dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 21.32 persen. Tenaga kerja yang langsung bekerja pada subsektor perkebunan sebanyak 337.972 jiwa.

“Perkebunan menjadi tumpuan hidup rakyat Kaltim. Perlu perhatian khusus sebab berpengaruh signifikan terhadap upaya mengurangi kesenjangan pembangunan,” tegas Hadi.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam usaha perkebunan yang diatur dalam kemitraan perkebunan saat ini telah mencapai 21,25 persen dari luas total kebun sawit di Kaltim. “Kondisi ini menunjukkan potensi masih besar. Selain serapan tenaga kerja juga andalan dalam percepatan pencapaian desa berlistrik,” ujar Hadi Mulyadi.

Sementara itu, komoditi kelapa sawit lebih mendominasi dari komoditi perkebunan lainnya atau capai 88 persen. Karena itu organisasi pelaku usaha sawit seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memiliki peran penting untuk memajukan perkebunan di Kaltim.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan Gapki sebagai wadah pengusaha kelapa sawit sangat berperan memacu percepatan perkebunan di daerah.

“Gapki memiliki peran penting mempercepat pembangunan perkebunan kelapa sawit. Sekaligus berkontribusi memecahkan permasalahan atau hambatan-hambatan dalam pembangunan kelapa sawit,” imbuhnya.

Lihat juga...