Pulsar, Bintang Kecil Dengan Kecepatan Mengagumkan
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Astronom dunia baru-baru ini mendeteksi keberadaan salah satu bintang Pulsar, yang memasuki galaksi bima sakti.
Bintang ini bernama PSRJ0002 + 6216, atau biasa dipanggil dengan nama Zoomy. Bintang Zoomy memiliki kecepatan 1.130 kilometer per detik. Hal itu memasukkan Zoomy dalam jajaran bintang Pulsar yang cepat. Tercatat bintang yang tercepat adalah RXJ0822-4300, yang memiliki kecepatan 1.500 kilometer per detik.
Sebenarnya apa Pulsar itu? Secara umum, Pulsar adalah suatu bintang berukuran kecil dengan massa berat dan mampu mengeluarkan gelombang radio.
Staf Planetarium Jakarta, Aziz Taz Sunjaya, menjelaskan, bintang Pulsar berasal dari bintang yang meledak. “Saat bintang kehabisan hidrogen, maka sisa helium akan berfusi menjadi karbon. Dan dalam proses fusi berikutnya, akan menimbulkan bahan besi. Jika bahan besi ini habis, maka bintang menjadi tidak seimbang,” kata Aziz saat ditemui di Planetarium Jakarta, Selasa (26/3/2019).
Saat ketidakseimbangan terjadi, kecepatan lapisan luar bintang mampu mencapai 70 ribu kilometer per jam. Hal itu menyebabkan bintang meledak. “Bintang yang meledak bisa menciptakan katai putih, black hole, dan atau bintang neutron. Bintang neutron yang memiliki rotasi sangat cepat dan mengeluarkan gelombang radio inilah yang disebut Pulsar,” ujar Azis.
Salah satu bintang Pulsar yang pernah ditemukan di 2004 adalah PSRJ1748-2446AD, yang memiliki putaran 252 juta kilometer per jam, dan dengan frekuensi 716 Hz. Hingga saat ini, penelitian pada bintang Pulsar belum pernah dilakukan di Indonesia. Belum ada peralatan memadai.
“Penelitian bintang Pulsar hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teleskop radio. Boscha dan Lapan ada, tapi belum pernah dikhususkan untuk penelitian Pulsar. Yang di LAPAN digunakan untuk meneliti angin dan matahari. Prosesnya, jika terdeteksi adanya gelombang radio, baru teleskop dengan kapasitas yang lebih besar diarahkan ke sumber gelombang untuk mendeteksi bintang Pulsar ini,” kata Azis selanjutnya.
Selain itu, ukuran bintang Pulsar juga tidak besar. Menurut data, ukuran bintang neutron diameternya antara 20 hingga 24 kilometer. Memiliki massa dua kali dari matahari, yang berdiameter 1,3 miliar kilometer.
Analoginya, sesendok bintang neutron memiliki massa yang setara dengan Gunung Everest. “Pulsar juga sangat magnetik. Perbandingannya dengan bumi adalah 100 juta kali hingga 1 quadrillion, dibandingkan kekuatan magnet bumi,” ucap Azis.
Para astronom yang ingin menemukan Pulsar, harus memindai seluruh langit. Walaupun gelombang radio Pulsar begitu kuat, jika tidak memancar ke arah bumi, dan tidak memasuki bidang pandang teleskop radio, maka tidak akan bisa ditemukan oleh astronom.