Petani Batola Kalsel Berharap Pengairan Lebih Baik
BANJARMASIN — Petani Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang merupakan daerah pertanian pasang surut di Kalimantan Selatan (Kalsel) menginginkan sistem pengairan yang lebih baik.
“Masyarakat/petani Batola menyampaikan keinginan mereka saat saya reses di daerah pertanian pasang surut yang berbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut beberapa hari lalu,”kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel III/Kabupaten Batola, H Karlie Hanafi Kalianda di Banjarmasin, Rabu (13/3/2019).
Dengan mengutip keterangan petani Batola tersebut, Karlie yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel mengatakan, tingkat keasaman lahan pertanian mereka masih tergolong tinggi.
“Tetapi dengan sistem pengairan yang lebih baik, mereka berharap dan berkeyakinan tingkat keasaman lahan pertanian pasang surut tersebut akan berkurang,” kutip mantan aktivis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.
Mengenai sistem pengairan tata kelola hydro mikro pada 1970-an, menurut dia, hal tersebut mungkin perlu penyempurnaan atau peninjauan kembali apakah masih sesuai.
“Untuk mewujudkan sistem pengairan pertanian di Batola yang merupakan daerah penerima transmigrasi itu pada dasarnya tanggung jawab pemerintah pusat, karena termasuk mega proyek,” katanya.
“Oleh sebab itu, kita akan membicarakan masalah pengairan tersebut dengan kawan-kawan yang duduk di Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel dan selanjutnya bersama gubernur memperjuangkan kepada pemerintah pusat,” demikian Karlie.
.Batola merupakan pemekaran Kabupaten Banjar, Kalse, puluhan tahun silam, juga sebagai sentra pertanian serta lumbung padi provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk lebih empat juta jiwa.
Sebagaimana keinginan pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel, Kabupaten Batola bukan saja sebagai lumbung padi, melainkan pula menjadi lumbung pangan Kalimantan dan nasional. Keinginan itu seiring dengan pembukaan lahan wilayah Jejangkit Mandasta ratusan hektare belakang ini dengan menggunakan sistem pertanian terpadu. [Ant]