Penderita DBD di Nunukan Meningkat Tajam

Nyamuk Aedes Aegepty - Dok CDN

NUNUKAN – Jumlah penderita penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) di Nunukan sepanjang 2019 meningkat tajam, jika dibandingkan dengan kondisi di 2018.

“Pada 2018 jumlah kasus tidak mencapai ratusan orang, sedangkan sepanjang 2019 telah mencapai 112 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan kabupaten Nunukan, Sabaruddin, Senin (18/3/2019).

Mewabahnya penyakit DBD di daerah tersebut, menjadikan ditetapkan DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kenaikan secara signifikan kasus DBD di Nunukan, disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal yang kotor. Warga terpantau masih jarang yang mau membersihkan penampungan air.

KLB DBD di Nunukan berlaku tanggap darurat selama dua pekan, mulai 1 hingga 14 Maret 2019. Tanggap darurat diikuti dengan kegiatan pengasapan ke rumah-rumah warga. Hasilnya, selama ditetapkan tanggap darurat jumlah kasus DBD mengalami penurunan drastis. Korban mayoritas anak usia di bawah 14 tahun. “Nyamuk aedes aegypti ini sifatnya nyamuk rumahan. Jadi lebih banyak menyerang penghuni rumah yang jarang beraktivitas,” jelas Sabaruddin.

Pada awal Januari 2019, penderita yang positif DBD sempat melonjak tajam hingga 25 orang. Kemudian di Februari 2019 naik menjadi 35 kasus. Kenaikan tersebutklah yang mendorong ditetapkannya KLB. (Ant)

Lihat juga...