Pascalongsor, Distribusi BBM ke Labuan Bajo Terganggu

Editor: Mahadeva

LABUAN BAJO – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) baik minyak tanah, premium, solar serta avtur ke Labuan Bajo melalui jalur darat terputus. Jalan negara trans Flores Labuan Bajo-Ruteng, yang biasa dilewati pengiriman BBM longsor di belasan titik.

Bupati kabupaten Manggarai Barat Agsutinus Ch Dula.Foto : Ebed de Rosary

“Distribusi BBM terganggu bila hanya mengandalkan jalur darat. Pemkab Mabar sudah meminta bantuan dari ASDP sehingga BBM dari Bima sudah bisa tiba di Labuan Bajo melalui jalur laut,” sebut Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, kepada Cendana News,Minggu (10/3/2019).

Agustinus menyebut, jika mengharapkan distribusi BBM dari Reo Manggarai Timur, Ruteng Manggarai, sudah tidak bisa, kondisi jalan terputus. Kalau lewat laut dari reo atau Maumere, butuh waktu belasan jam baru bisa tiba di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. “Memang saat ini terjadi kekurangan BBM akibat distribusi yang tidak lancar, dan hanya mengandalkan jalur laut. Paling cepat hanya melewati jalur laut dari Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Terkait ketersediaan sembako, Agustinus menyebut, semuanya aman dan tersedia. Harga masih tetap stabil. Hanya komoditas sayur yang pasokannya sedikit terganggu, sebab akses jalan dari desa banyak yang masih tergenang banjir dan longsor. Bagi korban banjir dan longsor yang berada di sekitar Labuan Bajo, Pemkab Mabar membuka pemusatan tinggal sementara di aula Kantor Bupati.

Dengan demikian, penanganannya bisa lebih terfokus karena semua korban berada di satu lokasi. “Siang hari para korban bencana pergi melihat rumah mereka yang terkena lonsor atau banjir dan malam kembali lagi ke posko. Semua korban bencana disiapkan makan minum termasuk pelayanan kesehatan di posko,” jelasnya.

Terkait cuaca ekstrim, himbauan untuk nelayan gampang disampaikan, tetapi untuk masyarakat petani masih sulit. Kecuali mereka mengetahui himbauan dari BMKG. Hal itu dikarenakan, setiap hari petani bekerja di sawah atau kebun, sehingga tidak mengetahui ramalan cuaca.

“Jalan negara dari ruteng ke Labuan Bajo belum bisa dilewati, dan Minggu sore, tronton dan alat berat baru bisa melewati jembatan yang ambruk di Labuan Bajo. Saya perkirakan dengan alat berat yang sudah di lokasi longsor, maka paling cepat dua hari ke depan jalan sudah bisa dilewati kendaraan,” tegasnya.

Unit Manajer Communication, Relations dan CSR Pertamina wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Rustam Aji, mengatakan, pengiriman BBM melewati jalur alternatif melalui laut dari Bima ke labuan bajo. BBM dikirim dari pelabuhan ASDP Bima NTB. “Pertamina tetap melakukan pengiriman BBM melewati jalur laut, agar kebutuhan masyarakat tetap bisa dilayani. Untuk kebutuhan avtur bagi pesawat di Bandara Komodo sebesar 15 kiloliter per hari, stok masih mencukupi untuk jangka waktu seminggu kedepan,” jelasnya.

Rustam menyebut, Pertamina menyediakan tiga mobil tangki pembawa BBM. Armada membawa Premium sebanyak 24 Kiloliter, biosolar sebanyak 24 kiloliter. Sementara satu mobil lainnya khusus mengangkut minyak tanah sebanyak lima kiloliter. “Keempat mobil tangki telah tiba di Labuan Bajo sejak Sabtu (9/3/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WITA, sehingga langsung mendistribusikan ke SPBU yang ada di kota Labuan Bajo. Pengiriman akan rutin dilakukan terus menerus sambil menunggu akses jalan darat bisa dilewati mobil tangki,” tuturnya.

Lihat juga...