Malut Usulkan Kapal Tol Laut Lebih Besar dan Cepat
TERNATE – Dinas Perhubungan Maluku Utara, mengusulkan penambahan rute kapal tol laut, ke pemerintah pusat untuk memaksimalkan pelayanan angkutan barang di seluruh wilayah di provinsi kepulauan itu.
“Kapal tol laut di wilayah Malut yang selama ini hanya melayani Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Morotai, diusulkan untuk melayani pula Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu,” kata Sekretaris Dishub Malut, Armin Djakaria, di Ternate, Malut, Minggu (31/3/2019).
Dishub mengusulkan pula, agar kapal tol laut yang melayani wilayah Malut diganti dengan yang lebih besar dan lebih cepat, agar selain dapat memuat barang lebih banyak, waktu tempuh dari Jawa ke Malut lebih cepat.
Menurut dia, para pengusaha di wilayah di Malut yang selama ini dilayani kapal tol laut, seperti di Kota Ternate, kurang tertarik menggunakan kapal tol laut ketika mengangkut barang dari Jawa karena waktu tempuhnya yang lama.
Para pengusaha di Ternate lebih memilih menggunakan kapal barang reguler, terutama saat mengangkut barang yang cepat membusuk, seperti daging ayam beku, karena waktu tempuhnya hanya satu minggu, lebih singkat jika dibandingkan kapal tol laut yang waktu tempuhnya di atas dua minggu.
Dishub Malut, kata Armin Djakaria, akan mengupayakan pula adanya kapal tol laut dan kapal perintis yang khusus mengangkut komoditas pertanian dan perikanan, dari berbagai daerah di Malut ke daerah pemasaran, baik di wilayah Malut maupun luar Malut.
Pengangkutan komoditas perkebunan dan perikanan di berbagai daerah di Malut ke daerah pemasaran, selama ini menghadapi kendala terbatasnya angkutan, selain itu angkutan yang ada sewanya cukup mahal dan tidak sebanding dengan harga jual komoditas perkebunan dan perikanan.
Ia menambahkan, dengan adanya kapal tol laut dan kapal perintis seperti itu, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mahal saat mengangkut komoditas perkebunan dan perikanannya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Upaya lain yang terus dilakukan Dishub Malut adalah penambahan kapal ferry dan roro, terutama rute perintis untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang dan barang antarpulau di daerah ini. (Ant)