Jalur Pendakian ke Gunung Slamet Dibuka Kembali

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Setelah ditutup sejak tanggal 10 Januari lalu, mulai akhir pekan ini , Sabtu (2/3/2019), jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui jalur pendakian Dukuh Bangbangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga kembali dibuka. Pembukaan jalur pendakian ini, karena kondisi cuaca yang dinilai sudah stabil dan membaik.

Selain itu, vegetasi di sepanjang jalur pendakian juga sudah mulai tumbuh dan pulih kembali. Sebelumnya, ekosistem vegetasi di sepanjang jalur pendakian mengalami kerusakan, sehingga salah satu alasan jaur ditutup adalah untuk pemulihan ekosistem vegetasi.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Ir Prayitno MSi. – Foto: Hermiana E. Effendi

Pengumuman pembukaan kembai jalur pendakian tersebut disampaikan, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Ir Prayitno MSi. Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, maka akan ditempatkan kembai dua petugas untuk standby di pondok pemuda yang dijadikan pos pendakian awal.

“Berdasar pertimbangan cuaca serta jalur pendakian yang sudah relatif pulih, maka Pemkab Purbalingga memutuskan pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Bangbangan, Kutabawa, Karangreja Purbalingga, mulai dibuka, Sabtu (2/3/2019),” jelas Prayitno, Kamis (28/2/2019) petang.

Menjelang dibukanya jalur pendakian tersebut, maka Dinporar Kabupaten Purbalingga mulai menempatkan dua petugas untuk melakukan pembersihan di sepanjang jalur pendakian. Mereka ditugaskan untuk membersihkan sampah-sampah serta melakukan perawatan tanaman di sepanjang jalur pendakian.

ʺAda beberapa tanaman yang roboh di sepanjang jalur pendakian, serta banyak pula sampah-sampah, sehingga harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum jalur pendakian mulai dibuka,ʺ terangnya.

Lebih lanjut Prayitno mengatakan, selama ini animo pendaki untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui jalur Purbalingga cukup besar. Saat pergantian tahun baru 2019 lalu, jumlah pendaki cukup banyak. Pendakian massal pada malam tahun baru tersebut, menyebabkan vegetasi ekosistem di jalur pendakian mengalami kerusakan. Karena itu, pada minggu kedua bulan Januari, jalur pendakian ditutup.

ʺTerkait rencana pembukaan jalur pendakian ini, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan wilayah sekitar, seperti Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Pemalang. Dan dua kabupaten tersebut juga sepakat untuk membuka kembali jalur pendakian,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...