Jalan Lintas Sumatera Rusak, BMKG: Hujan Lebat Landa Sumbar

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Hujan dengan intensitas sedang-lebat melanda wilayah Sumatera Barat sejak Senin malam 4 Maret hingga Selasa 5 Maret 2019. Mengakibatkan sebuah jembatan rusak yang juga merupakan jalan lintas Sumatera putus.  Akibat derasnya hujan turun di wilayah Jorong Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Sumatera Barat, Rumainur, mengatakan, akibat rusaknya jembatan itu, membuat arus lalu lintas di daerah tersebut harus terhenti.

Kini pihak Dinas Pekerjaan Umum setempat telah turun ke lapangan, guna melakukan perbaikan jembatan untuk kondisi darurat, agar dapat mengurai antrean kendaraan yang terjadi.

“Jembatan putus itu berada di Ampang Gadang Nagari Panti Selatan menyebabkan jembatan yang berada di jalan lintas Sumatera rusak, dan tak bisa dilalui kendaraan bus serta truk,” katanya, Selasa (5/3/2019).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat Rumainur/Foto: M. Noli Hendra

Ia mengakui, penyebab rusaknya jembatan di daerah perbatasan Sumatera Barat dengan Sumatera Utara itu, akibat dari tingginya intensitas hujan yang turun sejak kemarin malam. Bahkan hingga saat ini, hujan masih mengguyur daerah Pasaman, dan juga beberapa daerah di Sumatera Barat lainnya.

Rumainur menyebutkan, selain adanya kondisi jembatan yang berada di jalan lintas Sumatera rusak, juga dikabarkan adanya satu unit rumah warga rusak berat, akibat diterjang derasnya air menghantam.

Sedangkan untuk wilayah Kota Padang, tepatnya di Jondol Rawang Timur, Kecamatan Padang Selatan, juga telah terjadi banjir dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa.

Kawasan Jondul memang merupakan kawasan pemukiman masyarakat yang rawan terjadi banjir. Apalagi dengan kondisi hujan yang turun dengan intensitas sedang-lebat, Jondul menjadi kawasan yang perlu diwaspadai terjadinya banjir.

Salah seorang warga setempat, Boby, mengatakan, kondisi Jondul yang rawan banjir sudah terjadi cukup lama. Apabila hujan turun hampir seharian, maka masyarakat di Jondul jadi khawatir. Karena dulu pernah banjir menggenangi rumah warga nyaris mencapai atap rumah.

Kondisi banjir terkini yang ada di pemukiman warga di Jondul Rawang Timur, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumatera Barat. Kawasan ini merupakan daerah rawan banjir, di saat musim hujan melanda di Padang/Foto: M. Noli Hendra

“Upaya dari pemerintah yang saya lihat ada perbaikan drainase, tapi cuma di tepi jalan, yang di dalam pemukiman penduduk ini belum ada lagi. Saya menduga kawasan ini drainasenya yang buruk. Sehingga sangat rentan terjadi banjir,” ujar Boby.

Terkait kondisi yang demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau memperkirakan, hujan dengan intensitas sedang-lebat akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Untuk itu, atas potensi cuaca hujan ini, BMKG mengimbau waspada terjadinya bencana alam di wilayah Sumatera Barat.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, juga menyampaikan kondisi saat ini cuaca hujan masih terjadi dengan intensitas sedang-lebat di daerah-daerah Sumatera Barat seperti di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Padangpanjang, dan Kabupaten Solok.

Serta hujan intensitas ringan-sedang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan, diperkirakan akan terjadi hingga sore hari.

“Memang di bulan Maret ini mulai memasuki musim hujan. Untuk saat ini kondisi hujan yang tengah melanda wilayah Sumatera Barat diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Selain itu, BMKG juga mengatakan, hujan yang turun tidak hanya dengan intensitas sedang-lebat, tapi melihat ke pemicu terjadinya hujan yaitu daerah pertumbuhan awan dan sirkulasi siklonik masih terjadi. Untuk itu dua hari ke depan, peluang hujan sedang-lebat masih cukup tinggi, di daerah yang sudah disebutkan.

Bahkan BMKG menyebutkan, hujan yang turun kini, juga ada potensi disertai dengan angin kencang yang diiringi terjadinya petir. Namun untuk kondisi angin kencang tidak terjadi berkepanjangan. Begitu juga untuk petir, diperkirakan tidak berlangsung secara merata di wilayah Sumatera Barat.

Lihat juga...