Imbas Hama Tikus, Petani Lamsel Pangkas Tanaman Padi
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sejumlah petani padi di Desa Pematang Baru, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) memilih membabat tanaman imbas hama tikus serta penggerek batang.
Harudin (39) petani pemilik lahan seluas satu hektare tanaman padi varietas Muncul Cilamaya menyebut, hama tikus mengakibatkan tanaman padi usia dua bulan rusak. Ia terpaksa membabat batang padi untuk dipergunakan sebagai pakan ternak kambing serta sapi.
Hama tikus disebut Harudin merobohkan batang tanaman padi untuk memakan biji padi yang memasuki masa meratak atau padi bunting. Imbasnya sejumlah tanaman padi tidak berisi dan tidak berbuah sehingga dilakukan pembabatan.
Pembabatan rumpun padi hingga ke pangkal batang disebut Harudin dilakukan agar tanaman padi masih bisa bertunas. Meski cara tersebut diakuinya tidak efektif namun meminimalisir kerugian pembabatan dilakukan pada sejumlah petak sawah yang diserang hama tikus.
Hama tikus menurut Harudin, menyerang lahan pertanian milik petani Desa Pematang Baru berbarengan dengan hama penggerek batang. Hama penggerek batang membuat batang serta daun berubah menjadi kuning kecoklatan selanjutnya layu.
Langkah penanganan telah dilakukan olehnya dengan menyemprot memakai insektisida serta penggunaan pupuk cair. Saat tanaman mulai pulih, hama tikus muncul menyerang tanaman padi yang mulai berisi.
“Hama tikus muncul usai tanaman padi terendam banjir luapan sungai Selapan satu bulan silam. Berimbas kerusakan pada tanaman padi, proses pembabatan tanaman dilakukan mengurangi serangan meluas,” beber Harudin, salah satu petani padi di Kecamatan Sragi, saat ditemui Cendana News, Minggu (24/3/2019).
Proses pembabatan tanaman padi disebutnya dilakukan dengan harapan muncul tunas baru atau dikenal dengan singgang. Singgang disebutnya masih berpotensi untuk berbuah sehingga masih dipertahankan serta potongan batang padi bisa dimanfaatkan untuk pakan dua ekor sapi dan lima ekor kambing.
Upaya meminimalisir serangan hama tikus dilakukan oleh Harudin dengan memasukkan zat belerang pada sejumlah lubang tempat tikus bersembunyi. Sekaligus memasang racun tikus atau Rodentisida yang diumpan menggunakan kelapa serta singkong.
Petani lain yang memiliki lahan terserang hama tikus bernama Jumino (40) menyebut, tikus muncul akibat lahan sawah berada di dekat kebun. Selain itu penanaman tidak serentak berimbas tanaman padi milik petani diserang tikus akibat sumber pakan yang tidak tersedia.
Musim panen jagung yang sudah berakhir di wilayah tersebut diakuinya ikut mendorong hama tikus berpindah ke lahan persawahan. Pembabatan tanaman padi imbas hama tikus menurutnya hanya menjadi salah satu solusi sebab sebagian petani juga menggunakan pagar plastik.

“Setelah dibabat saya akan melakukan proses pembuatan pagar plastik harapannya hama tikus bisa diminimalisir agar tidak meluas,” papar Jumino.
Pada petak sawah yang tidak mengalami serangan hama tikus, Jumino melakukan proses pembersihan di sekitar pematang sawah.
Selama ini pematang sawah yang ditumbuhi rumput dan tidak bersih kerap menjadi tempat bersarangnya hama tikus. Proses gropyokan tikus bersama dengan sejumlah petani lain dilakukan dengan membuat perangkap dari kawat serta mencari lubang tempat bersarang tikus lalu menyumbatnya.
Pembersihan sampah pada tanggul sungai juga dilakukan oleh Jumino. Sebab akibat luapan banjir sungai Way Pisang, sampah yang menumpuk kerap menjadi sarang tikus. Proses pembabatan tanaman padi yang terkena hama tikus serta penggerek batang, dipilih untuk menumbuhkan tunas baru pada tanaman padi miliknya.
Selain membersihkan rumput yang ada di pematang sawah untuk pakan ternak, ia juga memanfaatkan batang padi yang rusak untuk pakan ternak.
Jumilah (50), salah satu peternak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas yang memiliki lahan sawah menyebut, hama tikus berimbas kerusakan pada tanaman padi. Sebagian tanaman yang dibabat terpaksa menjadi pakan untuk ternak kambing miliknya.
Pada masa tanam rendengan ia menyebut, selain hama tikus, hama penggerek batang membuat tanaman padi menguning. Tanpa penanganan maksimal panen yang dihasilkan akan berkurang hingga 50 persen.
Meski terpaksa, pilihan membabat batang padi diakuinya sekaligus menjadi sumber pakan bagi kambing miliknya.