Harga Cabai Merah di Lhokseumawe Mulai Naik
LHOKSEUMAWE – Harga Komoditi cabai merah di pasar tradisional dalam wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mulai bergerak naik, yang disebabkan oleh mulai menipisnya pasokan.
“Harga cabai merah dalam dua pekan terakhir mulai naik harganya, bila dibandingkan sebelumnya yang begitu anjlok,” ungkap Agustina, salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Minggu (31/3/2019).
Sebelumnya, harga cabai merah umumnya dijual pedagang dengan harga yang sangat anjlok, yakni, Rp 10 ribu per kilogram, namun sekarang harganya melonjak menjadi Rp20 ribu. Kenaikan harga yang terjadi dalam dua pekan terakhir terjadi secara bertahap.
Menurutnya, mulai tingginya harga cabai merah tersebut, karena mulai berkurangnya pasokan cabai merah dari sejumlah daerah penghasil dalam jumlah banyak, sehingga berpengaruh kepada harga jual di pasaran.
“Sebelumnya, pasokan cabai merah sangat banyak, karena hampir semua daerah sedang panen cabai merah. Akibatnya, harganya jatuh di pasaran. Tetapi dalam dua pekan terakhir, pasokannya mulai berkurang yang juga berdampak kepada mulai naiknya harga di pasaran,” jelas pedagang cabai merah tersebut.
Sementara itu, Ariamin, pedagang cabai merah lainnya menambahkan, untuk sekarang kebutuhan cabai merah di Kota Lhokseumawe berasal dari daerah setempat di sekitar Kota Lhokseumawe, sehingga tidak perlu didatangkan dari luar daerah, semisal dari Berastagi, Sumatra Utara.
“Bila pasokan cabai merah kurang dari dalam daerah sendiri, maka baru dipasok dari luar daerah, seperti dari Berastagi, Sumatra Utara. Namun sekarang masih banyak produksi daerah sendiri, seperti dari Aceh Tengah maupun dari Aceh Utara dan sekitarnya,” terangnya. (Ant)