Gubernur Kritisi Angkutan Umum Belum Nyaman di Sumbar

Editor: Koko Triarko

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, dalam acara Musda PD Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Kota Padang/ Foto: M. Noli Hendra

PADANG –  – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), menyatakan komitmen untuk meningkatkan profesionalitas dalam menjadi bagian kemajuan transportasi di Indonesia.

Penasihat Pimpinan Daerah FSPTSI-KSPSI Sumatra Barat, Nevi Zuarina, mengatakan seluruh jajaran Pengurus FSPTSI-KSPSI berkomitmen untuk turut mendukung sepenuhnya pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi rakyat di daerah ini.

“Di Sumatra Barat, termasuk daerah yang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas. Contohnya pada Hari Buruh 1 Mei 2018, lalu, pihak FSPTI – KSPSI tidak melalukan aksi demo, namun melakukan aksi solidaritas dan damai, serta adem-adem saja,” kata Nevi, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD), di Kota Padang, Kamis (7/3/2019).

Nevi menjelaskan, tantangan dari situasi ketenagakerjaan nasional dan industri nasional, saat ini terdiri dari banyak hal. Seperti adanya upah murah yang tidak seusai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), tingkat serapan pasar tenaga kerja yang tidak sebanding jumlah angkatan kerja, dan ekonomi digital yang disrupitif (menciptakan pasar baru).

“Di tambah lagi ada sistem Industri 4.0 yang merupakan tantangan bagi kita, mau tidak mau perubahan zaman ini akan hadir di tengah-tengah kita,” ucapnya.

Selain itu, Nevi juga melihat saat ini banyak tenaga asing yang masuk ke daerah Sumatra Barat. Hal itu bukanlah harus dimusuhi, tapi setidaknya bisa memotivasi diri, bahwa selaku tuan rumah di negeri sendiri, harus lebih baik dari orang yang datang dari luar daerah.

Ia berharap, Musda tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang baru dan bisa membawa organisasi menjadi solid, dan berupaya mensejahterakan anggotanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) FSPTSI-KSPSI, Yusuf Rizal, mengatakan, bahwa dalam rangka mewujudkan misi FSPTI – KSPSI menjadi pekerja yang cerdas, tangguh dan profesional.

“Pimpinan FSPTI akan memotivasi segenap anggotanya untuk membangun organisasi yang mapan, maju dan modern, agar dapat berperan lebih aktif lagi dalam pembangunan di masa mendatang. Karena dengan semakin baiknya transportasi yang ada, akan berdampak kepada perekonomian,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait para pekerja harus berpacu meningkatkan profesionalitas, termasuk peningkatan keterampilan dan standar kompetensi bidang pekerjaan.

“Anggota FSPTI-KSPSI mayoritas bekerja di bidang transportasi sektor noninformal, namun kami tetap akan melakukan pelatihan untuk peningkatan sumberdaya anggota dan mengerti akan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Pada kesempatan Musda PD FSPTSI-KSPSI di Padang, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, berpendapat saat ini selain transportasi yang dulu ditumpangi oleh masyarakat, yakni angkot, kini telah berkembang ke angkutan daring atau online.

Menurutnya, hal itu disebabkan fasilitas angkot yang ada kini, terutama di Kota Padang, bisa dikatakan belum nyaman. Bahkan, masih saja ditemui sopir angkot yang ugal-ugalan, dan ada juga sopirnya masih di bawah 17 tahun.

“Akibat hal itu, banyak penumpang yang tidak nyaman jika harus berlama-lama di dalam angkot. Masalahnya adalah kebiasaan ‘ngetem’ bikin penumpang geregetan dan suka berhenti tiba-tiba tanpa menyalakan lampu sein,” sebutnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, permasalahan transportasi di Indonesia selalu menjadi pehatian serius, termasuk di Sumatra Barat. Transportasi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, hal ini karena hampir semua kegiatan manusia tidak lepas dari proses transportasi.

Begitu juga dengan teknologi informasi, juga turut menjadi solusi baru, yakni melalui angkutan yang pemesanannya secara online, yang memiliki berbagai aplikasi.

“Saat ini, transportasi yang layak dan efektif sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, transportasi termasuk bagian penting untuk menunjang berbagai kegiatan di sebuah kota,” kata Irwan.

Di sisi lain, Irwan Prayitno melihat, transportasi udara juga perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut kini menjadi masalah, karena naiknya harga tiket pesawat terbang dan bagasi berbayar, hal yang demikian banyak merugikan masyarakat, termasuk UMKM.

“Di Pemprov Sumatra Barat, sudah 4 – 5 kali menyurati pusat agar menurunkan harga tiket. Tapi, hasilnya masih kurang memuaskan. Bahkan dalam pertemuan Gubernur se-Indonesia baru-baru ini, kami adakan juga merumuskan permasalahan tiket pesawat yang mahal,” jelasnya.

Untuk itu, Irwan Prayitno berharap, persoalan angkutan perlu diperhatikan lagi, supaya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menggunakan angkutan, baik itu angkutan darat maupun udara.

Lihat juga...