Gamelan Jawa Menjadi Media Edukasi Siswa di Portugal
LONDON – Sebuah pementasan Gamelan Jawa, berhasil memukau siswa-siswi Sekolah Dasar Alto do Minho di Alfragide, Portugal. Pementasan tersebut, bagian dari program Resid ncias Art sticas, sebuah program yang bertujuan memberi edukasi kepada siswa melalui media musik, tari, dan teater.
Pensosbud KBRI Lisabon, Andre Nurvily, menyebut, program tersebut didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan di Portugal. Salah satu penerima program Resid ncias Art sticas, Elizabeth Davis, seorang Indonesianis dan pendiri kelompok gamelan Yogistragong, adalah sosok yang aktif melakukan workshop dan pementasan gamelan di Portugal.
Elizabeth Davis, yang akrab disapa Eliza, melakukan proses pengenalan musik gamelan kepada siswa di Sekolah Dasar Alto do Minho selama lima hari. Hasil akhir pengenalan musik gamelan, dipresentasikan secara terbuka kepada siswa lain. Pementasan dengan mengedepankan nilai berbagi, rasa tanggung jawab, menghargai perbedaan, dan keberagaman.
Dikemas dalam cerita pewayangan Rama Sinta, Eliza membagi peserta menjadi beberapa kelompok, yaitu pemain alat gamelan, penari, dan pemeran tokoh cerita. Antusiasme pengunjung sempat membuat beberapa peserta gugup, tetapi tingkah jenaka mereka berhasil memecah gelak tawa pengunjung yang hadir.
Sekolah Dasar Alto do Minho, adalah sebuah sekolah swasta di daerah imigran. Siswanya memiliki latar belakang budaya dan negara yang berbeda-beda. Pementasan gamelan itu, menjadi pertunjukkan musik pertama yang pernah ditampilkan di sekolah tersebut.
Pada pementasan yang dihadiri berbagai kalangan di Kota Amadora tersebut, Kepala Sekolah Dasar Alto do Moinho menyampaikan rasa terima kasih, karena Sekolah Dasar itu dipilih sebagai tempat pelaksaan program Resid ncias Art sticas di tahun ini. Program tersebut menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa. (Ant)