Cegah Erosi Tebing Sungai, BPBD Purbalingga Pasang Bronjong

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURBALINGGA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga memasang bronjong sebanyak 50 buah untuk mencegah erosi. Bronjong tersebut diisi dengan batu-batu berukuran besar dan dipasang sepanjang 20 meter pada tepi Sungai Kahuripan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Purbalingga, Mukhsoni (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Purbalingga, Mukhsoni mengatakan, saat hujan deras akhir pekan kemarin, Sungai Kahuripan yang terletak di Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol meluap dan menggenangi rumah warga sekitar.

ʺSupaya tidak terjadi erosi dan banjir, maka kita pasangi bronjong, tingginya 2,5 meter,ʺ terang Mukhsoni, Kamis (28/3/2019).

Lebih lanjut Mukhsoni menjelaskan, akibat hujan deras kemarin, luapan air menggenangi rumah warga sampai ketinggian 20 centimeter. Meskipun hanya semalaman dan pada pagi hari sudah surut, namun ada warga yang terpaksa harus mengungsi.

“Kita tinggikan tebing sungai dengan bronjong, supaya saat debit air naik, tidak sampai ke rumah-rumah warga dan tebing tidak terkikis,” katanya.

Dalam pemasangan, BPBD juga dibantu para relawan dan masyarakat yang datang secara sukarela. Pemasangan dimulai dari kemarin dan hari ini kembali dilanjutkan, karena yang dipasang cukup panjang dan tinggi sehingga memerlukan waktu beberapa hari.

Sementara itu, terkait kondisi dua desa yang terkena banjir kemarin, yaitu Desa Rajawana dan Desa Tajug, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, saat ini berangsur sudah mulai normal. Kerja bakti dilakukan warga dengan dibantu relawan dan berbagai unsur untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

“Sudah dilakukan kerja bakti, semua unsur ikut membantu membersihkan rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar dengan kekuatan personil hari pertama 258 orang, hari kedua 112 orang dan hari ketiga 117 orang. Sekarang kondisinya sudah berangsur normal kembali,ʺ jelas Mukhsoni.

Lihat juga...