BPK Dunia Datangi Pemerintah Kota Padang, Terpilih Jadi Sampling

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dunia dalam rangka penilaian kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) dan BPK Sumatera Barat. Kunjungaan itu disambut hangat melalui diskusi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (28/3/2019).

Tim review BPK dari negara-negara Eropa ini, diketuai oleh Prokopczy grzgorz (Polandia), anggota Ingvil Gulbrandse (Norwegia), Iwona Zyman (Polandia), Kamila Zyindul (Polandia), Jaanus Kaseni (Estonia). Mereka memilih Kota Padang, karena Padang dinilai terbaik dalam pelaporan keuangan.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengatakan, kedatangan BPK dari negara Eropa ini merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan oleh BPK sedunia dalam rangka melakukan pemeriksaan keuangan yang ada di dunia saat ini.

“Jadi mereka ini memilih Padang, sebagai daerah percontohan bagi negara-negara lainnya soal penilaian kinerja Pemda. Padang bukan kota satu-satunya yang didatangi, tapi merupakan salah satu kota di berbagai negara,” katanya.

Mahyeldi menjelaskan, ada pun yang menjadi penilaian dalam kunjungan BPK dunia ini, bagaimana hubungan kinerja antara Pemda dan BPK, komunikasi yang terjalin antarPemda dan BPK, manfaat BPK dalam mengambil kebijakan serta keterbukaan BPK dalam melakukan penilaian terhadap Pemda.

“Inilah yang dinilai oleh tim BPK dunia. Semoga dengan adanya penilaian seperti ini dapat meringankan beban kita, baik di dunia maupun di akhirat nanti,” tutur Mahyeldi.

Sejumlah kemajuan yang telah dilakukan Kota Padang juga disampaikan dalam diskusi tersebut di antaranya, pengelolaan sampah, pendidikan, dan Kota Tua yang ada di Kota Padang.

Mahyeldi menegaskan, terwujudnya semua itu tidak hanya keberhasilan Pemko Padang semata, tapi banyak pihak yang terlibat, termasuk masyarakat itu sendiri. Begitu juga soal pengelolaan keuangan di Pemko Padang yang dilakukan secara baik, sehingga dampaknya terasa bagi kemajuan daerah.

“Melalui diskusi ini, kita dapat banyak masukan untuk kemajuan Kota Padang. Kita juga banyak mendengar bagaimana pengelolaaan BPK di sana,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi berharap dengan adanya kunjungan yang berharga ini dapat memotivasi Pemko Padang untuk bekerja lebih baik lagi, tentunya untuk kemajuan Kota Padang, yang merupakan pusat pemerintahan di Sumatera Barat.

Sementara itu, Ketua rombongan, Prokopczy, mengatakan, alasan dipilihnya Kota Padang sebagai sampling dalam kunjungan BPK dari negara Eropa ini sudah melalui pertimbangan.

“Saat ini BPK sedunia sedang melakukan kajian-kajian tehadap BPK dari negara-negara lain. Untuk itu dipilihlah Kota Padang sebagai sampling,” jelasnya.

Dikatakan Prokopczy, proses penilaian yang dilakukan saat ini telah sesuai Standar Internasional (SI). Diskusi yang dilakukan sangat terbuka, melalui komunikasi yang sangat baik serta melalui indikator yang jelas.

“Kami lihat dari diskusi yang berlangsung tadi, bahwa kinerja yang dilakukan oleh BPK dan Pemda Sumatera Barat sudah cukup baik,” ungkapnya.

Lihat juga...