Banjir Bandang Terjang Kawaliwu, 11 Rumah Terendam
Editor: Satmoko Budi Santoso
LARANTUKA – Banjir bandang yang pernah terjadi di Kota Larantuka beberapa tahun silam, kini kembali terjadi di perkampungan di belakang gunung Ile Mandiri. Banjir bandang menerjang sejak Kamis (7/3/2019) siang akibat hujan lebat.
“Banjir terjadi siang hari akibat hujan lebat. Banjir terjadi di Kawaliwu, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema. Akibat banjir 11 rumah warga terendam banjir, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” sebut Maria Sarina Romakia, warga Larantuka, Jumat (8/3/2019).
Banjir bandang ini, kata Erna, sapaannya, sama seperti kejadian di kota Larantuka, dimana air mengalir dari gunung dan membawa material bebatuan. Selain itu, banjir juga membawa batang-batang pohon yang tumbang terseret banjir.
Bupati Flores Timur (Flotim), Antonius Gege Hadjon, membenarkan hal ini. Menurutnya, banjir bandang bukan saja menerjang pemukiman warga, tetapi juga merusak lahan pertanian di wilayah tersebut.

“Memang benar ada banjir bandang yang terjadi di wilayah Kawaliwu Desa Sinar Hading. Banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah ini, sejak pagi hingga sore hari,” tuturnya.
“Untuk sementara, berdasarkan laporan ke BPBD Flotim, terdapat 11 rumah yang mengalami kerusakan. Petugas BPBD sedang melakukan pendataan jumlah kerusakan yang sebenarnya di lapangan,” ungkapnya.
Anton mengaku, dinas sosial pun telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Bantuan yang diberikan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya, sesuai dengan kebutuhan warga yang terkena dampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Yohanes Bergmans Hayon, menyebutkan, BPBD Flotim telah mendirikan posko penanggulangan bencana di lokasi kejadian.
“Petugas kami telah membangun posko untuk penanggulangan bencana di lokasi kejadian. Penanganan bencana akan dilakukan hingga selesai masa tanggap darurat dan pemulihan,” ungkapnya.