Abrasi di Ujung Pandaran Semakin Parah
SAMPIT – Abrasi di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah semakin parah. Pemerintah pusat diminta membantu melakukan penanganan.
Abrasi tersebut merusak keindahan Pantai Ujung Pandaran. “Sampai saat ini, belum ada informasi rencana bantuan dari pusat. Usulan belum disetujui,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Muhammad Yusuf, Sabtu (2/3/2019).
Beberapa tahun terakhir, abrasi di Pantai Ujung Pandaran terjadi semakin parah. Abrasi akibat kuatnya gelombang dari Laut Jawa tersebut, merusak sebagian jalan di objek wisata andalan Kotawaringin Timur tersebut. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, ada sekira 3.500 meter pantai yang perlu diamankan dari abrasi. Di 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sekira 1.700 meter sabuk pantai di Pantai Ujung Pandaran.
Saat ini, masih dibutuhkan sekira 1.800 meter sabuk pantai tambahan. Fungsi utama sabuk pantai, bukan untuk memecah gelombang, meskipun bermanfaat menahan gelombang. Fungsi sabuk pantai adalah, menahah agar tanah atau pasir tidak terus tergerus. Selain itu, sabuk pantai diharapkan dapat memperbaiki kawasan bekas abrasi.
“Pemerintah daerah sudah mengusulkan bantuan pembangunan sabuk pantai tambahan kepada Kementerian KKP. Pemerintah daerah berharap usulan itu disetujui sehingga sabuk pantai tambahan bisa dibangun pada 2019 karena abrasi semakin parah,” tambah Jusuf.
Pemerintah daerah, sudah menetapkan Pantai Ujung Pandaran berstatus darurat abrasi. Untuk penanganan darurat, pada Juni 2018 pemerintah kabupaten yang dikoordinir BPBD membuat tanggul darurat menggunakan 1.000 karung berisi pasir. Karung tersebut disusun berlapis, sehingga menghasilkan tanggul sepanjang 160 meter.
Perlu penanganan abrasi secara serius dengan membangun tanggul permanen, karena tanggul darurat diperkirakan tidak mampu bertahan terlalu lama. Pemerintah pusat diminta membantu pembangunan tanggul, karena biayanya cukup besar. “Ini ditangani KKP berkolaborasi dengan bidang sumber daya alam pada Kementerian PUPR. Mereka yang lebih mengetahui konstruksi apa yang akan dipasang, apakah mereruskan sabuk pantai atau membangun tembok laut seperti yang terdahulu,” ujar Yusuf.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana membenahi dan mempercantik Ujung Pandaran, agar objek wisata yang berjarak sekira 85 kilometer dari pusat Kota Sampit itu makin menarik wisatawan luar daerah. “Namun jika abrasi tidak ditangani, dikhawatirkan rencana pembenahan itu tidak bisa diwujudkan dan kondisi Pantai Ujung Pandaran akan semakin parah,” pungkasnya. (Ant)