Subuh Berjamaah, Plt Bupati Purbalingga Ajak Masyarakat Mencoblos

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Kabupaten Purbalingga sedang menggalakan gerakan salat subuh berjamaah. Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi juga kerap terjun langsung mengikuti salat subuh di beberapa masjid secara bergiliran.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengajak jamaah salat subuh untuk mensukseskan pemilu. – Foto: Hermiana E.Effendi

Dalam salat subuh berjamaah di Majid Nurul Huda, di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Plt Bupati juga mensosialisasikan pemilu serentak dan mengajak para jamaah untuk mensukseskan hajatan nasional tersebut.

ʺPamilu serentak tahun ini ada lima yang harus dicoblos, yaitu calon presiden, calon anggota DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, sehingga nanti kita semua akan mendapatkan lima surat suara. Diperhatikan dan dibaca terlebih dahulu, jangan sampai salah mencoblos dan mengakibatkan suara tidak sah. Mari kita sama-sama mensukseskan pemilu pada 17 April 2019 mendatang,ʺ katanya, Kamis (21/2/2019).

Menurut Plt Bupati yang biasa disapa Tiwi ini, pemilu menentukan arah nasib bangsa ke depan, sehingga suara masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bangsa ini. Karena itu, hal pilih harus digunakan dan jangan sampai golput.

Terkait gerakan salat subuh berjamaah, Tiwi menyampaikan bahwa banyak keutamaan dalam salat subuh berjamaah, antara lain manfaat spiritual, manfaat sosial dan silaturahmi. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemkab Purbalingga untuk mewujudkan masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia dan mendorong kehidupan masyarakat religius yang beriman dan bertaqwa.

Dalam kesempatan tersebut Tiwi juga menyerahkan beberapa bantuan diantaranya 266 paket beras Purbalingga (rasbangga), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan menyusui, serta bantuan mukena untuk masjid.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan KH. Nurkholis Masrur, mengingatkan kepada jamaah tentang ciri ahli surga. Ia menjelaskan ada empat ciri ahli surga. Diantaranya muka yang selalu berseri, lisan yang fasih, aman dari mulutnya, tangan yang mudah memberi, dan hati yang takwa.

“Ciri pertama adalah muka yang selalu berseri, maksudnya seberat apa pun ujian yang datang, seorang muslim harus sabar dan ikhlas menghadapinya, selalu berpikir dan bersikap positif dan optimistis serta murah senyum kepada siapapun. Kedua, aman dari mulutnya yaitu ia selalu menjaga lisannya agar tidak menyinggung dan menjelekkan orang lain,” paparnya.

Ciri yang ketiga, lanjutnya, yaitu tangan yang mudah memberi, karena sesama manusia kita harus saling membantu, saling menolong ketika orang lain sedang dalam kesulitan. Dan yang terakhir hati yang takwa, yaitu hati yang selalu ingat kepada Allah.

Lihat juga...