Puskesmas dan Kecamatan Pasir Sakti Bersinergi Cegah DBD

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Puskesmas dan Kecamatan Pasir Sakti, bersinergi mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat di wilayahnya.

Kepala Puskemas Rawat Inap Pasir Sakti, Maizar, SKM menyebut, sejak awal Januari pasien terduga DBD yang ditangani berjumlah 58 orang. Tercatat dari jumlah tersebut, 37 orang diantaranya dinyatakan positif terkena DBD. Pasien suspect DBD, telah mendapat penanganan pratama di Puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sukadana.

Upaya pencegahan wabah DBD, telah dilakukan upaya sosialisasi dan mengajak masyarakat, aparat desa hingga sekolah, untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Bersama kecamatan, dilakukan kegiatan senam bersama, yang diikuti sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Camat kecamatan Pasir Sakti,Lampung Timur, Titin Wahyuni (kanan) dan Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Pasir Sakti, Maizar,SKM (kanan) – Foto Henk Widi

Upaya pencegahan penyakit yang disebarkan nyamuk aedes aegypti tersebut, dilakukan dengan mengimbau masyarakat menerapkan gerakan 3 M Plus, yaitu menguras, menutup semua tempat penampungan air dan mengubur barang bekas. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk juga dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Kemudian penggunaan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian di dalam kamar, dan menaburkan  bubuk larvasida pada penampungan air. “Sepanjang musim penghujan, Puskesmas mengoptimalkan peran pelaksana program promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, serta berkoordinasi dengan unsur kecamatan, desa dan sekolah, untuk pencegahan DBD,” terang  Kepala Puskemas Pasir Sakti, Maizar, SKM saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (15/2/2019).

Maizar menyebut, pelibatan pihak sekolah dilakukan dengan mendatangi SDN Sumur Kucing. Petugas Puskesmas dan Kecamatan melakukan pembersihan lingkungan sekolah. Kegiatan dilakukan dengan mengajak siswa memeriksa jentik nyamuk di bak penampungan, serta mengecek kolam ikan. Para siswa juga mendapat bantuan obat nyamuk oles, untuk pencegahan gigitan nyamuk saat berada di sekolah.

Siswa diharapkan juga menerapkan 3M Plus dilakukan saat berada di rumah. Para siswa juga langsung diajak untuk membersihkan tempat-tempat yang tergenang air, mencegah nyamuk berkembang biak.

Pelaksana program Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Rawat Inap Pasir Sakti, Ahmad Yani, mengajak siswa mencegah nyamuk berkembang biak. Siswa diajak ke lokasi kolam yang ada di sekitar sekolah, untuk memelihara ikan.

Keberadaan ikan diharapkan, dapat untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk. Selain kepada para siswa, juga dilakukan untuk memaksimalkan peran kader Posyandu dalam kegiatan PSN, melalui penerapan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). “Langkah awal tersebut lebih efektif dibanding kegiatan pengasapan atau fogging, karena hanya membunuh nyamuk dewasa, dan bukan strategi yang baik dalam pencegahan DBD,” beber Ahmad Yani.

Camat Pasir Sakti, Titin Wahyuni, menyebut, sinergi antara pihak kecamatan dan Puskesmas dilakukan untuk pencegahan DBD. Titin Wahyuni menyebut, berdasarkan data beberapa desa di kecamatan Pasir Sakti, yang warganya terkena DBD diantaranya ada di Desa Purworejo, Pasir Sakti, Rejomulyo dan Sumur Kucing. “Kita sampaikan kepada masyarakat, upaya menjaga kesehatan tidak akan maksimal, jika tidak punya kesadaran untuk menjaga lingkungannya agar tetap sehat terhindar dari DBD,” beber Titin Wahyuni.

Titin Wahyuni menggalakkan program Jumat Bersih dan Sehat, sebagai sarana mendekatkan diri dan mengungkap persoalan yang ada di tengah masyarakat. Kegiatan yang dilakukan diantaranya senam bersama para kader Posyandu dan masyarakat setiap hari Jumat.

Kegiatan digelar berkeliling, ke sejumlah desa di kecamatan yang dipimpinnya. Salah satu poin penting kegiatan Jumat Bersih dan Sehat ia menekankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk upaya PSN untuk pencegahan DBD.

Lihat juga...