Produksi Ikan Air Tawar Kota Solok Meningkat 10,3 Ton
SOLOK — Produksi ikan air tawar Kota Solok, Sumatera Barat, mencapai 178 ton pada 2018, meningkat 10,3 ton dari 2017 yang hanya 167,7 ton.
“Produksi ini berasal dari luas kolam 14,43 hektare. Perbedaan produksi karena pada 2017 masih ada kolam yang tidak produktif,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ikhvan Marosa di Solok, Selasa (26/2/2019).
Ia menerangkan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Solok seperti ikan nila, lele, dan ikan mas. Pemkot memberikan bantuan pakan untuk kelompok budi daya pada 2018 sehingga petani bergairah.
Pihaknya juga mengembangkan budi daya ikan lele dengan sistem bioflok, dimana kolam bioflok bentuknya bulat dan mempunyai pipa yang terhubung ke luar kolam, nanti air keluar bersama kotoran melalui pipa tersebut. “Di sisi lain kolamnya terus ditambah air, jadi bersih tanpa dikuras. Inilah yang disebut sistem bioflok,” jelasnya.
Keunggulan dari sistem bioflok adalah pakan yang diberikan, dimana pakan dicampur dengan larutan prebiotik “Jadi pelet (pakan lele) direndam dulu dengan cairan prebiotik supaya mengembang dan mengurangi jumlah konsumsi pakan secara berlebihan sekaligus membuat lele tidak berbau amis,” sebutnya.
Pada 2018 pihaknya memberikan bantuan kolam bioflok untuk Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Al Barokah sebanyak tiga unit berdiameter empat meter dari dana APBD. Pokdakan lainnya Jaso Mato Aie membudidayakan secara swadaya dan telah memiliki 14 unit kolam.
Kelompok ini diberikan bantuan bibit 9.000 ekor dan pakan 2,5 ton untuk pembudidaya sistem bioflok.
“Dengan sistem ini produksi berkali-kali lipat lebih banyak dibanding kolam biasa, jadi peternak yang sudah merasakan hasilnya bersemangat,” katanya.
Pihaknya juga mengembangkan penanaman padi yang diintegrasikan dengan kolam ikan pada sawah yang disebut mina padi.
Ia menyebutkan pada 2018, luas mina padi sudah mencapai 0,92 hektare di Kelurahan Tanjung Paku, Kampai Tabu Karambia (KTK), dan IX Korong. Dengan produksi ikan nila mencapai 26,2 ton.
Dinas juga memperoleh bantuan APBN melalui Balai Perikanan dan Budidaya Air Tawar Jambi untuk mengembangkan mina padi di Sawah Solok seluas 16 hektare.
Bantuan ini dikelola Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Pak Tikah dan Sawah Solok pada Desember 2018. [Ant]