Pemkab Lebak Siap Pasok Beras Ciberang ke Pasar
LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, siap memasok beras jenis Ciberang ke pasar. Memasuki musim panen di daerah tersebut, Pemkab Lebak siap untuk memenuhi permintaan masyarakat.
“Kita optimistis, pasar beras Ciberang dapat mendongkrak pendapatan petani,” kata Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Iman Nurzaman, Rabu (20/2/2019).
Beras Ciberang hasil budi daya petani Kabupaten Lebak, disebutnya, memiliki keunggulan, sehingga bisa merebut pasar nasional. Beras Ciberang masuk kategori beras premium, memiliki aroma, rasa yang pulen dan warna putih. Beras Ciberang yang dikembangkan petani di Lebak, memnggunakan benih varietas unggul, seperti Ciherang, Mikongga, Inpari, dan Mira.
Produksi varietas itu bisa dipanen pada usia 110 hingga 120 hari setelah hari tanam. “Kami optimistis beras Ciberang banyak diminati konsumen karena keunggulanya itu,” katanya.
Produksi beras Ciberang diperkirakan awal Maret 2019 dapat mencapai ribuan ton. Keberadaanya, dapat dipasok ke berbagai daerah di Banten juga DKI Jakarta. Pasokan tercatat juga masuk ke Bandung, Jawa Barat. Saat ini musim panen raya di Kabupaten Lebak mencapai puluhan ribu hektare. Adapun, harga beras Ciberang di pasaran masih bisa bersaing dengan beras dari Jawa Tengah.
Selama ini, permintaan pasar cenderung meningkat sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani. “Kami beharap kelompok tani terus meningkatkan kualitas produksi beras Ciberang,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas beras Ciberang. Hal itu dilakukan melalui pendampingan, mulai dari tanam hingga panen. Selain itu juga pascapanen, menggunakan peralatan penggilingan hingga alat pemilahan antara beras jelek dan beras bagus.
Penggunaan teknologi itu tentu agar kualitas beras memenuhi standar beras premium. “Kami optimistis beras Ciberang bisa menembus pasar domestik melalui peningkatan kualitas itu,” tandasnya.
Ketua Kelompok Tani Suka Bunga Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Ruhyana, mengatakan, selama ini beras Ciberang menjadi produk unggulan petani lokal. Pihaknya mengembangkan beras Ciberang dengan melibatkan 100 anggota petani. Mereka mampu memasok 30 ton per bulan. “Kami terus mendorong petani di sini agar meningkatkan kualitas beras, dan dapat mengeruk keuntungan hingga Rp45 juta per hektare,” katanya.
Anggota Kelompok Tani Citeras Rangkasbitung, Arsyad, mengaku saat ini siap memasok beras ciberang ke pasar induk Tanah Tinggi Tangerang. “Kami panen Februari ini memasok beras Ciberang sekitar 60 ton,” pungkasnya. (Ant)