Pemandangan Indah, Sepanjang Jalan Mandeh Dibangun Lima Rest Area

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, merencanakan pembangunan lima titik rest area di Kawasan Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan.

Perlunya rest area, guna untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara atau pengunjung yang melintasi daerah tersebut.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, jalan baru di kawasan Mandeh yang dimulai dari Sungai Nyalo kini mulai ramai dilalui masyarakat sembari berwisata.

Namun mengingat kondisi jalan yang berada di kaki perbukitan dan di tepi pantai, dinilai perlu adanya penambahan kawasan rest area, yang nantinya dapat menjadi lokasi penikmati keindahan Wisata Mandeh.

“Upaya untuk pembangunan rest area bukan saja bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung agar memilih lokasi sebagai tempat persinggahan, tapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dalam meningkatkan ekonomi. Melalui usaha atau jasa yang ditawarkan sebagai daerah tujuan wisata,” katanya, Jumat (15/2/2019).

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, keberadaan rest area di Kawasan Wisata Mandeh sudah merupakan kebutuhan karena sudah semakin tingginya tingkat kunjungan wisata ke kawasan itu.

Artinya dengan telah tuntasnya pembangunan ruas jalan di sepanjang Kawasan Wisata Mandeh sebagai mana saat ini, maka kawasan itu tidak lagi sulit untuk diakses melalui jalur darat.

Berbicara dampak positifnya, Hendrajoni menyatakan, masyarakat yang berkunjung semakin banyak dari waktu ke waktu, maka diperkirakan pada lebaran tahun ini kawasan wisata Mandeh akan ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk berlibur lebaran.

Untuk itu, agar mereka memiliki tempat persinggahan yang nyaman, pembangunan rest area perlu dilakukan atau sudah menjadi sebuah keharusan.

Dia menjelaskan bahwa pembangunan lima titik rest area sebagaimana direncanakan saat ini di antaranya, di Kawasan Panorama I, Kelok Indah Mandeh, Puncak Langgani, serta dua titik di Nagari Sungai Nyalo.

“Sedangkan dua titik lokasi yang terdapat di Nagari Sungai Nyalo itu, lokasinya adalah di Balai Sai Nyalo, dan Kawasan Amphiteater Sei Nyalo. Lokasi itu dipilih, sebab memiliki luas yang cukup, serta juga tidak terkendala dengan pembebasan lahan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa rencana pembangunan lima titik rest area tersebut ditanggapi positif oleh masyarakat pemilik lahan sebagaimana rencana penempatannya.

“Saya katakan demikian, sebab empat orang pemilik lahan sudah menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan lahan kepada Pemkab Pessel,” ungkapnya.

Walau demikian, pihaknya akan melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap harga lahan yang akan dibebaskan melalui tim appraisal.

“Tujuannya agar lahan yang dibebaskan tersebut sesuai dengan harga yang semestinya. Serta tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya.

Dikatakan lagi bahwa pada titik-titik rest area itu nanti, masyarakat pedagang dan pelaku wisata lokal akan diberikan pelatihan dan berbagai sosialisasi lain tentang dunia kepariwisataan.

“Saya katakan demikian, sebab pariwisata tidak saja bisa mengandalkan potensi dan keindahan alam yang dimiliki. Tapi juga harus memiliki budaya dan kearifan lokal. Agar itu tercapai, kita juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dalam mempertahankan budaya dan kearifan lokal yang ada,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa upaya itu harus dilakukan seiring dengan telah terbukanya Kawasan Wasata Mandeh untuk dikunjungi melalui jalur darat.

“Saya yakin Kawasan Wisata Mandeh akan terus menggeliat. Maka selain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga harus dilakukan di kawasan itu,” tutupnya.

Lihat juga...