Pasukan Barung Merah Berburu Jentik Nyamuk
Editor: Mahadeva
BANYUMAS – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas melakukan aksi berburu jentik nyamuk, Jumat (15/2/2019). Para siswa tersebut, tergabung dalam pasukan Barung Merah Kwartir Ranting (Kwaran) Karanglewas.

Dengan mengenakan seragam pramuka lengkap, mereka berkeliling lingkungan sekolah dan membersihkan tempat-tempat yang kotor. Majelis Pembimbing Gugus (Mabigus), Sujiono SPd, mengatakan, kegiatan itu untuk mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat ini sedang banyak warga yang terjangkit penyakit tersebut.
Oleh karenanya, menurut lelaki yang juga Kepala SD N 2 Kediri tersebut, tempat-tempat seperti bak mandi, tempat penyimpanan air, serta sudut-sudut ruang kelas yang banyak barang bertumpukan, menjadi sasaran operasi pasukan Barung Merah.
ʺDBD sekarang ini sedang banyak melanda desa-desa di Kecamatan Karanglewas dan wilayah lain di Kabupaten Banyumas. Karena itu, sebagai pramuka siaga, pasukan Barung Merah harus mengambil peran aktif untuk ikut serta mensukseskan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang sedang digalakan oleh bupati Banyumas,ʺ terangnya, di sela-sela aksi berburu nyamuk, Jumat (15/2/2019).
Sujiono menjelaskan, DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Untuk mencegah penyebaran nyamuk tersebut, cara yang paling efektif adalah dengan motede 3 M, yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun. Programnya akan lebih baik jika didukung gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan bersih-bersih lingkungan.
ʺPramuka harus selalu di depan, memberikan contoh dengan tindakan nyata, untuk menggugah kesadaran lingkungan sekitar akan pentingnya menjaga kebersihan. Karena itu kita terjunkan pasukan Barung Merah. Mereka tidak hanya memeriksa lingkungan sekolah, tetapi juga bergerak sampai ke rumah-rumah penduduk di sekitar sekolah,ʺ jelas Sujiono.
Setidaknya ada lima rumah warga yang berdekatan dengan sekolah diperiksa oleh para anggota pramuka tersebut. Yaitu rumah Bapak Darto, Syamsu, Sabar, Idris dan rumah Ibu Imah. Dari hasil PSN, ke-lima rumah tersebut tidak ditemukan jentik-jentik.
Beberapa titik di sekitar lingkungan rumah warga yang diperiksa yaitu, air pembuangan kulkas, air di tempat minum burung, dan air yang berada di barang-barang bekas, seperti pada tumpukan ban bekas, kaleng bekas, bambu yang tergeletak dan air yang mengendon pada pot-pot bunga.
Salah satu anggota pasukan Barung Merah, Rin Nur Komariah, menyampaikan, meskipun lelah, ia sangat senang bisa melakukan PSN di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Rasa lelah tersebut terbayar, saat melihat lingkungan sekolah yang bersih. ʺKalau lingkungan sekolah bersih, menjadi nyaman untuk belajar dan kita tidak takut lagi digigit nyamuk,ʺ pungkasnya.