SMPN 1 Baturaden Sukses Wujudkan Sekolah Tanpa Sampah Plastik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan di SMP Negeri 1 Baturraden patut diacungi jempol. Selama dua tahun terakhir, lembaga pendidikan yang terletak di lereng Gunung Slamet ini sudah berhasil mewujudkan lingkungan tanpa sampah plastik. Bahkan, kantin yang merupakan ‘sumber’ sampah, tidak lagi menyediakan pembungkus plastik.

Kepala SMP Negeri 1 Baturaden, Hery Nuryanto. Foto: Hermiana E Effendi

Sebaliknya, para siswa dan guru membawa tempat makan sendiri. Pihak kantin juga menyediakan perlengkapan makan untuk pembeli yang makan di tempat.

ʺKita sudah menerapkan kebijakan sejak 2016. Larangan ini juga berlaku untuk penjual makanan yang berada di sekitar sekolah. Sekolah juga menyediakan tempat untuk mencuci peralatan makan, sehingga setelah dipakai bisa langsung dicuci,ʺ kata Kepala SMPN 1 Baturaden, Hery Nuryanto Widodo, Kamis (24/1/2019).

Kebijakan itu terbukti ampuh mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah. Karena sudah membudaya, baik guru maupun siswa sudah terbiasa membawa alat makan seperti piring, gelas dan sendok saat jam istirahat.

Menurut Hery, banyak keuntungan yang diperoleh dari kebijakan ini, selain sukses mengurangi sampah plastik, para pedagang juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli plastik. Selain itu, anak-anak juga mempunyai kebiasaan baik, setelah makan dan minum, langsung mencuci alat makan dan minumnya sendiri.

Saat ini SMP N 1 Baturaden sedang mempersiapkan diri menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional.

“Alhamdulilah kami telah menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2016, kemudian Juara I Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2017 dan Juara II Sekolah Sehat Tingkat Jawa Tengah tahun 2018, dengan modal tersebut kami berharap dapat meraih Sekolah Adiwiyata Mandiri,” kata Hery

Menurut Hery, pendidikan tentang lingkungan hidup merupakan komponen penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, terutama untuk mengubah perilaku siswa dan masyarakat agar peduli dengan lingkungan.

Sementara itu, seorang siswa, Dewi menyebutkan, untuk membiasakan kebijakan tersebut memang membutuhkan waktu.

ʺAwalnya memang canggung, tetapi sekarang sudah terbiasa dan para penjual makanan di sekitar sekolah juga sudah terbiasa melayani dengan tanpa bungkus plastik,ʺ katanya.

Lihat juga...