Pedagang Es Buah Mulai Menjamur di Kota Maumere
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Pedagang es buah mulai menjamur di kota Maumere. Mereka menggelar dagangan di pinggir jalan menggunakan meja kecil seadanya, dilengkapi dengan beberapa kursi plastik dan tenda dari terpal.

Selain itu, mereka juga menggelar dagangan di pasar Alok dan pasar Tingkat Maumere, sebab masyarakat sudah mulai terbiasa mengkonsumsi dan membeli, apalagi saat musim panas.
“Untungnya lumayan dan sekarang banyak sekali orang yang suka. Kalau sedang panas saya bisa mendapat pemasukan Rp500 ribu,” sebut Theresia Nona, pedagang es buah di pasar Alok Maumere, Selasa (22/1/2019).
Tres sapaannya mengatakan, awalnya dirinya bekerja pada seorang pedagang es buah di pasar Tingkat Maumere selama setahun. Setelah mengetahui cara membuatnya, dirinya pun mulai menjualnya sendiri.
“Lumayan untungnya, harganya cuma Rp5 ribu. Namun kalau hujan pembeli berkurang,” sebutnya.
Membuatnya sebut Tres sangat mudah dan bahannya pun mudah sekali diperoleh. Ini yang membuatnya berani berjualan dengan modal awal Rp2 juta yang berasal dari tabungan selama setahun bekerja menjual es buah milik orang lain.
Ama Yance, pedagang lainnya di pasar Alok mengakui, saat musim panas dirinya pun bisa meraih keuntungan berlipat dalam sehari. Anaknya pun yang dulunya masih kuliah terkadang ikut membantu sepulang kuliah.
“Sekarang sudah banyak yang menjual es buah sehingga omzet yang kami peroleh pun berkurang menjadi Rp500 ribu. Tapi kalau hari Selasa yang merupakan hari pasar mingguan kami bisa meraih sampai Rp1,5 juta sehari,” tuturnya.
Erna Djingi, yang sudah lama berjualan di depan swalayan Roxy kota Maumere mengaku tidak takut bersaing dengan munculnya banyak pedagang es buah. Soal rezeki menurutnya sudah diatur oleh Tuhan.
“Penjualan saya pun tidak terlalu berpengaruh sebab sudah lama berjualan sehingga pembeli pun sudah tahu. Banyak pembeli yang sudah langganan,” terangnya.
Biasanya saat musim panas di bulan Agusutus sampai November kata Erna, pendapatan sehari bisa mencapai 2 juta rupiah sementara bila sepi hanya terjual sekitar 500 ribu rupiah saja.