Kunjungi Desa Kunjir, Jokowi Dilapori Kerusakan Dampak Tsunami
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau langsung lokasi terdampak tsunami di Desa Kunjir, Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Rombongan presiden langsung disambut masyarakat yang sebagian merupakan korban terdampak tsunami pada Sabtu (22/12/2018). Pada kunjungan di posko Desa Kunjir, rombongan Jokowi menerima penjelasan dari Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, dan Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo. Presiden Jokowi, Panglima TNI dan Kapolri, mendapat penjelasan mengenai sejumlah titik di pesisir Pantai Rajabasa, yang rusak akibat tsunami dari Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto.
Dalam penjelasannya, Nanang Ermanto menyebut, sesuai data terakhir, jumlah korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda 118 orang. Masa tanggap darurat, diperpanjang selama dua pekan, untuk tahap pembersihan. “Pemkab Lamsel dibantu sejumlah pihak tengah melakukan proses pembersihan puing rumah yang hancur akibat tsunami,” ungkap Nanang Ermanto dalam penjelasan ke Presiden Jokowi, Rabu (2/12/2019).
Di desa Kunjir, Jokowi sempat berinteraksi dengan warga, yang sudah menunggu kedatangan presiden dan rombongan. Sebelum kedatangan presiden, warga menerima oleh-oleh bantuan dari Istana Negara, berupa gula, beras, serta sejumlah paket kebutuhan pokok. Saat berinteraksi dengan masyarakat Kunjir, warga berharap, presiden Jokowi membangun kembali perumahan warga terdampak tsunami, terutama di wilayah pesisir.

Warga meminta, Jokowi bisa memperbaiki fasilitas yang ada di Pantai Kunjir. Sebagian warga menggantungkan hidup dari sektor wisata. Selain berprofesi sebagai pemilik usaha wisata, sebagian warga, yang berprofesi sebagai nelayan juga berharap ada bantuan untuk nelayan. Tsunami membuat warga sementara ini, tidak beraktivitas seperti biasa.
Di Pantai Kunjir, Presiden Jokowi melihat langsung kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Asap kelabu berwarna hitam, tampak membumbung di puncak GAK. Sementara itu, berdasarkan rekap data pasien bencana alam di RSUD Bob Bazar, hingga Selasa (1/1/2019) malam, jumlah pasien yang dirawat 487 orang. Yang dirawat jalan sebanyak 390 orang.
Di ruang bedah ada 12 orang, di ruang radiologi ada tujuh orang, ruang kebidanan ada dua orang, ruang penyakit dalam 13 orang, di ruang anak 10, dirujuk ke rumah sakit lain enam orang, meninggal di bawa ke RSU 47 orang. Rekapitulasi data media center posko darurat bencana Pemkab Lamsel, hingga Minggu (30/12/2019), korban meninggal dunia 118 orang, hilang ada enam orang, luka berat 427 orang, luka ringan 5.269 orang, pengungsi sebanyak 7.942 orang. Kemudian rumah rusak berat ada 544 unit, rumah rusak sedang 70 unit dan rumah rusak ringan 96 unit. Total rumah rusak ada 710 unit.