Guru Terdampak Tsunami di Pulau Sebesi Tunggu Situasi Kondusif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah guru di desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan belum bisa memastikan kapan akan kembali ke pulau. Rata-rata dari mereka belum berani untuk kembali meski rencana kegiatan belajar mengajar akan kembali digelar pada Senin (7/1/2019).

pulau Sebesi
Marlenawati, guru kelas SDN 1 Tejang Pulau Sebesi yang ikut mengungsi bersama ribuan warga pulau Sebesi. Foto: Henk Widi

Marlenawati (48) guru kelas di SDN 1 Tejang Pulau Sebesi menyebutkan, ia bersama sejumlah guru lain mengaku mengungsi sejak Selasa (24/12/2018) dengan menggunakan kapal KPLP, Kapal Jatra III ke pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) serta dermaga V pelabuhan Bakauheni.

Marlenawati menyebut beberapa guru di SDN 1 Tejang Pulau Sebesi yang ikut mengungsi belum berani untuk kembali. Marlenawati menyebut sesuai rencana kegiatan belajar mengajar akan kembali digelar di sekolah tersebut pada Senin (7/1/2019).

“Hingga pekan kedua mengungsi kami belum mendapat kepastian kapan akan kembali karena situasi belum normal terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih erupsi, anak anak usia sekolah juga masih ikut orangtua di pengungsian,” beber Marlenawati saat dikonfirmasi Cendana News di lapangan tenis indoor Kalianda, Kamis (3/1/2019).

Marlenawati menyebutkan, murid SDN 1 Tejang Pulau Sebesi dengan kepala sekolah Sugiyanto memiliki siswa sekitar 300 orang. Mereka memilih menunggu keputusan pemerintah termasuk rencana rekolasi.

Pada kondisi normal sebagai guru ia harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer dari dusun Regahan Lada menuju sekolahnya yang ada di dusun Tejang Pulau Sebesi. Pada saat kejadian ia mengaku rumah yang ditinggalinya hancur akibat diterjang tsunami.

Sementara itu, Wasis, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Tejang Pulau Sebesi menyebutkan, sesuai data sensus, berjumlah 2.811 jiwa. Jumlah tersebut di antaranya mengungsi secara bertahap sebanyak 2514 jiwa, sisanya bertahan. Dari total pengungsi, 2.300 jiwa di antaranya terdata mengungsi di lapangan tenis indoor Kalianda.

Berdasarkan data, korban meninggal akibat tsunami 1 orang, luka berat 20 orang, luka ringan 101 orang. Sejumlah rumah mengalami kerusakan di dusun Regahan Lada, 70 rumah rusak ringan dan berat. Di dusun Segenom ada sekitar 23 rumah rusak sehingga totalnya sekitar 93 rumah. Fasilitas dermaga rakyat untuk transportasi hancur akibat tsunami yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (22/12/2018) silam.

Lihat juga...