Distanikan Bekasi Kembangkan Pertanian Perkotaan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan), Momon Sulaiman, menyebut total lahan pertanian yang dikelola Pertani di wilayah Kota Bekasi, mencapai 475 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa lokasi.

“Lahan itu hampir keseluruhan milik pihak ketiga, yang dimanfaatkan oleh petani, agar tidak menjadi lahan tidur. Sesuai intruksi Presiden,” kata Momon Sulaiman, kepada Cendana News, Senin (28/1/2019).

Dikatakan, bahwa wilayah Kota Bekasi masih memiliki potensi di bidang pertanian, karena didukung berbagai aspek, terutama soal pengairan yang dimiliki cukup baik, dengan memanfaatkan saluran air Kali Bekasi, Kali Malang dan lainnya.

Untuk itu, lanjutnya, Distanikan Kota Bekasi terus melakukan pengembangan di bidang pertanian, dalam bentuk pembinaan atau pun pelatihan dan bantuan yang diberikan bagi kalangan petani.

“Total petani yang terdata dan telah memiliki kartu tani di Kota Bekasi, mencapai 850 orang,” tandas Momon.

Hal lain, imbuhnya, Distanikan memiliki program khusus yang diberi nama Operasi Khusus (Opsus), yang bekerja sama dengan KODIM 0507/Bekasi, dalam hal penanaman padi di atas areal seluas dua hektare.

Banyaknya lahan yang sudah menjadi milik pihak ketiga, Momon, mengatakan banyak potensi pertanian yang harus dikembangkan salah satunya, adalah pertanian dengan sistem hidroponik.

“Distanikan sudah memiliki penyuluh untuk mendorong tumbuh kembangnya sistem pertanian perkotaan, dengan cara hidroponik,” papar Momon.

Ditanya saol program Dinas Pertanian dan Perikanan, Momon tidak bisa memaparkan secara gamblang. Begitu pun soal anggaran untuk dinas pertanian pada 2019.

“Soal anggaran pertanian, saya tidak bisa ngomong, pastinya Distanikan terus berbuat maksimal untuk mengembangkan pertanian perkotaan,” ungkap Momon.

Dia juga menyampaikan, bahwa keinginannya untuk menyasar generasi milenial atau kalangan pemuda, agar lebih mengerti soal pertanian.

“inginnya mendidik kalangan pemuda, agar mengetahui tata cara menanam padi, dan merasakan kebanggan ketika satu hektare lahan bisa keluar 11 ton lebih gabah,” tutupnya.

Lihat juga...