Di Malang, Ketua OJK Paparkan Empat Kebijakan Pemerintah

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menyebutkan, saat ini pemerintah pusat telah mencanangkan empat kebijakan besar yang harus bersama-sama dilakukan di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut yakni mendorong sektor ekspor, mengembangkan pembiayaan barang subtitusi impor, mendorong pariwisata dan mendorong terbentuknya startup.

Menurut Wimboh, Malang sebenarnya memiliki banyak potensi produk yang memungkinkan untuk diekspor, di antaranya kopi.

“Saya rasa di Malang dan sekitarnya sangat relevan untuk produk kopi. Nanti kita buat klaster UMKM dengan bunga 7 persen. Sehingga nanti kopinya bisa diekspor,” ujarnya usai menghadiri peresmian kantor OJK Malang, Selasa (22/1/2019).

Jadi, di Malang, lanjutnya, silakan ada komoditas apa saja yang memungkinkan untuk diekspor. Pihaknya siap untuk memfasilitasi.

“Perlu intensif apa, perlu kredit berapa, perlu investasi pasar modal berapa agar ekspor dari Malang bisa lebih banyak lagi,” tandasnya.

Selanjutnya, menurut Wimboh, harus ada pengembangan berbagai macam pembiayaan barang subtitusi impor.

“Silakan industri mana di Malang yang bisa kita dorong untuk memproduksi barang subtitusi impor. Yang jelas, kementerian keuangan sudah siap dengan yang namanya tax holiday,” terangnya.

Kemudian, kebijakan ketiga adalah bagaimana pemerintah mendorong sektor pariwisata agar para turis datang ke Indonesia membawa dollar.

“Kita lihat di Malang potensinya juga sangat besar di sektor pariwisata dan memiliki kawasan ekonomi khusus untuk pariwisata. Kita juga sudah canangkan jika kredit yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata, akan banyak insentif yang akan diberikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wimboh menyampaikan, pemerintah juga terus mendorong munculnya startup baru di era revolusi industri 4.0. Dengan banyak bermunculan startup akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dalam hal ini, peran OJK sangat besar untuk turut menyukseskan empat program besar yang telah dicanangkan pemerintah tersebut,” sebutnya.

Selain itu, dikatakan Wimboh, OJK juga tengah fokus pada masyarakat yang sampai saat ini tidak bisa mengakses keuangan formal, karena tidak memiliki jaminan.

“Saat ini kita sudah ciptakan platform pembiayaan dengan margin yang sangat murah. Dengan imbal hasil hanya tiga persen dalam bentuk pembiayaan bank wakaf mikro,” terangnya.

“Silakan di Malang mau menambah berapa lagi bank wakaf mikro. Karena saat ini di Malang baru memiliki satu bank wakaf mikro,” pungkasnya.

Lihat juga...