Di Kalbar, Pemakaian Elpiji Nonsubsidi Meningkat

Elpiji non subsidi - DOK CDN

PONTIANAK – PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan, pemakaian elpiji nonsubsidi di daerah tersebut, sepanjang 2018 mengalami peningkatan.

Jumlahnya mencapai 13 persen dibanding konsumsi di tahun sebelumnya. “Tercatat sebesar 16.819 metrik ton (MT) pemakaian elpiji nonsubsidi di 2018, atau meningkat sebesar 13 persen dibanding 2017 yang hanya 14.591 MT,” kata Executive LPG PT Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian, Minggu (20/1/2019).

Kenaikan tersebut, dipengaruhi kesadaran masyarakat yang tergolong mampu untuk pindah penggunaan, dari yang sebelumnya menggunakan elpiji subsidi ke elpiji nonsubsidi. Selain itu, juga dampak dari semakin gencarnya Inspeksi Mendadak (sidak) di rumah makan dan restoran atau usaha kuliner agar pindah ke elpiji nonsubsidi.

“Untuk elpiji subsidi (PSO), data Pertamina mencatat, di 2017 sebanyak 115.167 MT sementara di 2018 sebanyak 117.499 MT. Kuota untuk Kalbar juga naik sekira 2 persen,” tambah Sandy.

Diimbau, masyarakat yang tergolong mampu untuk segera pindah menggunakan elpiji nonsubsidi. Elpiji subsidi merupakan hak-nya masyarakat tidak mampu. PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar, terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kelancaran dan ketepatan distribusi elpiji subsidi. Harapannya, distribusi bisa tepat sasaran, agar benar-benar digunakan oleh masyarakat tidak mampu.(Ant)

Lihat juga...