Bantu Distribusi Air Bersih, Sumut Kerahkan Dua Mobil Tangki
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Pemprov Sumatera Utara (Sumut), mengerahkan dua mobil tanki, untuk membantu distribusi air bersih ke warga korban bencana tsunami di Lampung Selatan. Distribusi dilakukan untuk pengungsi di wilayah Desa Kunjir, Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Air bersih tersebutm untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) pengungsi.

Bambang, salah satu personil dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut menyebut, dua unit mobil tangki dikerahkan untuk mendukung pendistribusian air bersih. “Kami perbantukan dua unit tangki air bersih, nanti akan dibagikan ke sejumlah posko, agar bisa digunakan oleh warga untuk mandi dan mencuci, untuk air minum warga mempergunakan air mineral,” terang Bambang saat ditemui Cendana News, Rabu (2/1/2019).
Bambang menyebut, Pemprov Sumut mengerahkan puluhan anggota PMI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan ke Lampung Selatan. Bantuan tangki air bersih diberikan menyesuaikan kondisi di posko pengungsi. Air yang didistribusikan, diambil dari sumber air PDAM Tirta Jasa, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa. Tangki air bersih disalurkan sehari tiga kali, pagi, siang dan sore. Satu tanki membawa sekira 5.000 liter air bersih.
Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekira 14 toilet portable, serta puluhan toilet umum, untuk kebutuhan pengungsi. Pada saat ini, air bersih juga dibutuhkan untuk membantu membersihkan jalan dari debu dan material sampah yang mengotori jalan. Saat ini, kebutuhan air bersih di wilayah Desa Kunjir dan Desa Way Muli, sudah cukup terpenuhi. Air bersih, diperlukan untuk kebutuhan kesehatan. Setelah tsunami menerjang wilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa Lamsel, debu beterbangan di sepanjang jalan.
Pantauan Cendana News, akibat upaya pembersihan puing puing rumah di sejumlah area, Desa Kunjir dipenuhi oleh debu. Warga yang mulai kembali untuk membersihkan puing bangunan, harus mengenakan masker. Di lokasi terdampak tsunami paling parah, alat berat masih dikerahkan.
Elsa (24), salah satu warga Desa Kunjir menyebut, kehilangan 30 kilogram emas, berupa cincin dan gelang. Perhiasan tersebut, disimpan di dalam tas berwarna merah muda. Selain itu, Nurlela (40), salah satu warga Desa Kunjir juga menyebut, kehilangan uang tunai sekira Rp10juta, bersama rumah yang rata dengan tanah. Nurlela menyebut saat kejadian ia melarikan diri bersama tiga anaknya ke lokasi yang tinggi. “Saya tidak sempat menyelamatkan barang barang berharga, karena terseret ombak saat hantaman ombak pertama,” beber Nurlela.
Nurlela dan sejumlah warga Desa Way Muli menyebut, pascatsunami, Dia mengungsi di rumah salah satu warga di dataran tinggi. Setelah rumahnya hancur, Dia mengaku siap untuk dipindah ke lokasi hunian sementara. Meski demikian, Dia menyebut tetap akan bertahan di rumah yang berjarak sekira sepuluh meter di lokasi pusat kuliner Desa Kunjir. Sepengetahuannya, korban di Desa Kunjir cukup banyak, korban meninggal ada 23 orang, luka luka ada 495 orang.