MEDAN – Bulog Sumatera Utara menjamin stok beras di daerah itu hingga beberapa bulan ke depan cukup aman atau ada sekitar 80.000 ton.
“Stok akan semakin aman karena Bulog juga terus mengupayakan pembelian beras petani lokal,” ujar Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi, di Medan, Jumat.
Menurut dia, selain tetap menjaga stok, Bulog bersama Satgas Pangan Sumut berupaya menstabilkan harga jual beras di pasar.
Harga beras seharusnya di bawah harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp9.950 per kg.
Dewasa ini, harga beras di pasar masih ditemukan sebesar Rp10.000 per kg atau lebih mahal Rp50 dari HET sebesar Rp9.950 per kg.
“Oleh karena di atas HET, maka Satgas Pangan sudah melakukan berbagai cara agar harga beras bisa sesuai HET,” ujar Benhur Ngkaimi.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan pemanggilan distributor agar bisa diketahui penyebab kenaikan harganya.
Kenaikan harga, kata.dia, tidak bisa dibiarkan, apalagi Bulog melepas beras komersialnya ke distributor seharga Rp8.600 per kg.
“Tidak ada alasan pedagang menaikkan harga karena selain stok beras aman atau sekitar 80.000 ton, harga beras Bulog juga jauh di bawah HET,” ujar Benhur.
Mengenai pelaksanaan operasi pasar (OP) beras untuk pengamanan ketersediaan beras dan kestabilan harga, Benhur menegaskan, Bulog tidak melakukan langkah tersebut secara khusus.
“Tidak ada lagi OP yang terkesan seperti ‘pemadam kebakaran’. OP terus dilakukan dengan terus menggelontorkan beras di pasar dan lokasi lainnya,” ujarnya. (Ant)