Anies Ingin Calon Wagub DKI tak Bawa Agenda Sendiri
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, untuk calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno harus memiliki kriteria tersendiri. Sebab, kata dia, sesuai fungsinya, seorang wakil tugasnya adalah mendukung kinerja gubernur.
“Kriteria wagub harus taat pada gubernur karena memang fungsinya mendukung,” katanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).
Kemudian, orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menyatakan wakil gubernur tidak boleh membawa visi dan misi sendiri. Pasalnya dia bersama pasangannya dahulu telah mencantumkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun saat masa kampanye.
“Ketika bertugas, tidak bawa agenda sendiri. Tapi mengikuti agenda yang sudah ditetapkan oleh gubernur yang ada di RPJMD,” tegasnya.
Dia mengaku, sudah menerima perkembangan baik dari Gerindra dan PKS. Terkait proses pemilihan wakil gubernur baru. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada PKS dan Gerindra.
“Nah, kita berharap bulan Januari ini proses fit and proper-nya dijalankan,” ujar dia.
Kini dia bersyukur sudah ada perkembangan terkait calon wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno. Dirinya sudah mendapat informasi baik dari Gerindra maupun PKS telah memasuki usulan nama dan dalam waktu dekat akan dilakukan fit and proper test.
“Saya bersyukur prosesnya sudah lebih baik. Saya sudah mendengar langsung dari Gerindra dan PKS masing-masing menceritakan sudah memasuki usulan nama dan sebentar lagi akan fit and proper test yang terdiri dari sejumlah komponen,” tuturnya.
Dari penjelasan kedua partai itu, kata Anies, dirinya sudah diberi tahu siapa saja nama-nama yang akan terlibat dan bulan Januari ini akan segera dijalankan.
“Mereka juga sudah sepakati akhir Desember kemarin bahwa nama yang diajukan tidak hanya dua, sehingga fit and proper test bisa melakukan proses pemilihan. Kalau namanya dua, kalau fit and proper test yang harus diajukan dua, maka tidak jadi. Nah kesepakatan sudah dijalani artinya tanda-tanda mereka akan menghasilkan dua nama itu makin terlihat,” ungkapnya.
Anies pun memastikan ketiganya akan menjalani tes kelayakan dan kepatutan pada awal Januari ini.
“Updatenya? Minggu ini mereka akan melakukan fit and proper test pada tiga nama yang diajukan oleh PKS. Ada empat orang yang akan menjadi reviewer, dua dari Gerindra, dua dari PKS,” pungkasnya.
Namun Anies belum dapat memastikan apakah nantinya proses seleksi cawagub DKI bakal rampung akhir bulan ini.
“Kita doakan segera selesai dan kalau sudah begitu, tinggal mereka nanti mengajukan surat kepada Gubernur menyampaikan dua nama dan nanti saya meneruskan ke dewan,” ucap Anies.
Secara personal, Anies mangaku, sudah mengenal baik dengan ketiga cawagub yang nantinya bakal menggantikan posisi Sandiaga Uno yang maju menjadi cawapres 2019-2024. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun tidak memberikan spesifikasi khusus bagi pendampingnya kelak.
“Dia bekerja bersama Gubernur maka loyalitasnya adalah pada kepemimpinan Gubernur, bukan pada yang lainnya,” imbuhnya.
Diberitahukan, PKS mengirim surat berisi tiga nama bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.
Nantinya tiga nama itu akan dikerucutkan menjadi dua nama lewat uji kelayakan dan kepatutan. Baru nama-nama itu dibahas di DPRD DKI Jakarta. Kursi wakil gubernur DKI Jakarta mengalami kekosongan sejak Agustus 2018, setelah Sandiaga Uno memutuskan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Dua partai pengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Gerindra berhak untuk mengusulkan pengganti Sandi. Namun, hingga awal Januari 2019, kedua partai belum sepakat dalam menunjuk pengganti Sandi.